Jokowi Hati-hati Putuskan MRT

Kompas.com - 18/03/2013, 08:20 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Kelanjutan proyek moda transportasi massal berbasis rel (mass rapid transit/MRT) belum juga diputuskan. Meski antusias menggarap proyek ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tampak sangat hati-hati sebelum mengeluarkan putusan. Setidaknya hal itu terlihat dari beberapa langkah yang diambil Jokowi.

Ketika ada desakan untuk merealisasikan proyek itu, Jokowi meresponsnya dengan membuka diri terhadap berbagai aspirasi. Dua public hearing digelar. Pada pertengahan Februari lalu, mantan Wali Kota Surakarta ini optimistis dapat mengambil keputusan setelah public hearing MRT kedua digelar pada 20 Februari 2013. Ternyata, hingga waktu tersebut belum juga diputuskan.

Bila proyek sejenis, monorel, masih terganjal dokumen pelunasan utang-saham dan dokumen calon investor untuk proyek MRT, Jokowi belum mengambil keputusan karena PT MRT Jakarta dianggap belum menyampaikan hal-hal terkait proyek itu secara gamblang. Hal itu terutama mengenai hitungan daya angkut moda transportasi ini serta jaminan tarif yang bisa dijangkau masyarakat.

Karena tak kunjung ada kejelasan, Jokowi langsung meminta agar dibuat tim khusus untuk melakukan kajian MRT. Tim itu mulai bekerja pada akhir Februari dengan melibatkan Pemerintah Provinsi DKI, PT MRT Jakarta, dan elemen masyarakat. Jokowi sengaja meminta dibentuk tim khusus karena tak puas dengan kinerja PT MRT. Tim khusus kini telah bekerja dan menyampaikan laporannya kepada Jokowi.

"Sudah sampai ke saya (hasil kajian tim khusus), tapi saya suruh telaah, legalnya masih di Biro Hukum. Karena ini proyek yang besar sekali, puluhan triliun, jadi saya harus hati-hati. Insya Allah dalam bulan ini saya pastikan pembangunan MRT," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam banyak kesempatan, Jokowi sering memberi sinyal akan segera mengeksekusi pembangunan MRT. Antusiasme Jokowi pada MRT didasari keyakinan bahwa MRT akan populer dan digunakan masyarakat Ibu Kota. Sebagai pemikatnya, ia meminta tarif MRT sama dengan negara lain, misalnya Singapura, yang mematok tarif satu dollar Singapura per orang.

Sementara hasil kajian PT MRT Jakarta, tarif transportasi ini berkisar Rp 15.000 per orang dengan asumsi jumlah penumpang mencapai 174.000-261.800 per hari, dan subsidi pemerintah Rp 3,1 triliun dalam 11 tahun, atau Rp 2,2 triliun dalam 22 tahun. Bila tanpa subsidi, tarifnya bisa mencapai Rp 35.000 per orang.

Selain mendesak pengurangan tarif, Jokowi juga menyatakan akan membuat aturan tegas yang "memaksa" masyarakat agar beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Peraturan itu, di antaranya, pembatasan operasional kendaraan berdasarkan pelat nomor (genap-ganjil), jalan berbayar (electronic road pricing/ERP), dan pajak parkir tinggi.

Pemerintah pusat telah memutuskan akan menanggung 49 persen biaya investasi dan 51 persen sisanya ditanggung Pemprov DKI. Pihak pendonor, Japan International Cooperation Agency (JICA), tidak keberatan dengan komposisi investasi tersebut. Sejauh ini, JICA menyetujui pinjaman dana sebesar Rp 15 triliun untuk proyek MRT di ruas Depot-Lebak Bulus sampai Sisingamangaraja dengan konsep jalan layang (luas 9,8 kilometer), dan ruas Senayan-Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibangun di bawah tanah dengan luas 5,9 kilometer. Namun, belum ada persetujuan pinjaman untuk ruas berikutnya dari Bundaran HI ke Kampung Bandan (8,1 kilometer).

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Motor yang Beraksi di Wilayah Tangsel

    Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Motor yang Beraksi di Wilayah Tangsel

    Megapolitan
    Kapolsek Kalideres Sebut Tidak Ada Indikasi Pilot Wings Air Dibunuh

    Kapolsek Kalideres Sebut Tidak Ada Indikasi Pilot Wings Air Dibunuh

    Megapolitan
    Pilot Wings Air Diduga Bunuh Diri, Ini Tanggapan Lion Air Group

    Pilot Wings Air Diduga Bunuh Diri, Ini Tanggapan Lion Air Group

    Megapolitan
    Pemprov DKI Kesulitan Kuras Saluran Air di Sunter Sebelum Penggusuran

    Pemprov DKI Kesulitan Kuras Saluran Air di Sunter Sebelum Penggusuran

    Megapolitan
    Soal Ormas Kelola Parkir, DPRD Kota Bekasi akan Panggil Pengusaha Minimarket

    Soal Ormas Kelola Parkir, DPRD Kota Bekasi akan Panggil Pengusaha Minimarket

    Megapolitan
    Diduga Bunuh Diri, Pilot Wings Air Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

    Diduga Bunuh Diri, Pilot Wings Air Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

    Megapolitan
    10 Tahun Dagang di Sunter, Pedagang Minta Dibina Pemprov DKI

    10 Tahun Dagang di Sunter, Pedagang Minta Dibina Pemprov DKI

    Megapolitan
    9 Bulan Ormas Kelola Parkir Minimarket, Hanya Rp 1,2 Miliar Masuk Kas Daerah

    9 Bulan Ormas Kelola Parkir Minimarket, Hanya Rp 1,2 Miliar Masuk Kas Daerah

    Megapolitan
    Dalam Sidang, Hakim Konfirmasi Kabar Nunung Jual 4 Rumah

    Dalam Sidang, Hakim Konfirmasi Kabar Nunung Jual 4 Rumah

    Megapolitan
    Komisi III DPRD Bekasi Nilai Salah Langkah Bapenda Tunjuk Anggota Ormas Kelola Parkir Minimarket

    Komisi III DPRD Bekasi Nilai Salah Langkah Bapenda Tunjuk Anggota Ormas Kelola Parkir Minimarket

    Megapolitan
    Menanggung Hidup Keluarga Besar, Nunung Minta Hakim Ringankan Vonis

    Menanggung Hidup Keluarga Besar, Nunung Minta Hakim Ringankan Vonis

    Megapolitan
    Setu Sawangan di Depok 'Menguning' Setahun Sekali, Ini Sebabnya...

    Setu Sawangan di Depok "Menguning" Setahun Sekali, Ini Sebabnya...

    Megapolitan
    PAD Bekasi Minus Rp 1 Triliun, Pemkot akan Optimalkan Reklame dan PBB

    PAD Bekasi Minus Rp 1 Triliun, Pemkot akan Optimalkan Reklame dan PBB

    Megapolitan
    Polisi Tembak Kaki 3 Pembobol Showroom Motor di Pamulang, Seorang Kena Bokong

    Polisi Tembak Kaki 3 Pembobol Showroom Motor di Pamulang, Seorang Kena Bokong

    Megapolitan
    Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

    Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X