Kompas.com - 21/03/2013, 02:43 WIB
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Imam Assyafi (31), pengusaha komputer dan mesin cetak, diketahui pergi mengikuti ajakan dua rekannya menuju suatu acara bazar komputer sekaligus membicarakan perihal bisnis. Namun, diduga dua rekan korban yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap Imam membohongi korban dengan alasan tersebut untuk melakukan aksinya.

"Korban menjemput karena pelaku mengatakan ingin mengajak korban untuk datang ke sebuah bazar komputer murah. Padahal, bazar tersebut sebetulnya tidak pernah ada," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/3/2013).

Pada awalnya, korban bertemu dengan rekan bisnisnya yang saat ini menjadi tersangka dalam kasus tersebut di rumah tersangka D dengan mengendarai mobil Suzuki Grand Vitara bernomor polisi B 531 EV milik korban. Setelah bertemu D, keduanya pergi menjemput salah satu rekannya lagi untuk pergi ke acara tersebut.

"Mereka ini memang saling kenal," ujar Rikwanto.

Setelah itu, salah satu rekan yang dimaksud duduk di bagian belakang mobil. Sementara itu, D mengemudikan mobil dan korban berada di depan, duduk di samping D. Mereka kemudian berjalan dengan mobil tersebut untuk menuju ke bazar komputer yang sebenarnya tidak ada.

"Karena memang kenyataannya informasi bazar itu bohong, mereka berjalan tidak ada tujuan hingga akhirnya masuk ke dalam jalan tol," ujar Rikwanto.

Baru pada saat itu, dalam perjalanan, rekan pelaku yang duduk di bagian belakang kemudian menjerat korban dengan kawat. Saat itu pula kedua pelaku meminta korban memberitahukan PIN ATM yang dimiliki.

"Saat memasuki jalan tol, korban dijerat dengan kawat oleh pelaku sambil melakukan berbagai hal dan meminta nomor PIN (ATM) korban," kata Rikwanto.

Dalam proses tersebut, lanjut Rikwanto, kemudian korban tewas. Setelah menghabisi korban, para pelaku mengikat korban dan meletakkan korban pada bagian belakang mobil. Korban bersama mobilnya dibawa dan ditinggalkan di area parkir Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta.

Korban ditemukan tewas pada Selasa (19/3/2013) dini hari oleh petugas keamanan bandara. Saat ini, polisi masih memburu satu rekan pelaku yang merupakan eksekutor dalam kasus tersebut. Sementara itu, D yang ditangkap di Kuningan, Jawa Barat, saat ini sudah dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.