Kompas.com - 18/04/2013, 15:23 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Kacaunya penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2013 mencuatkan dorongan untuk menghentikan penyelenggaraan UN. Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh untuk tidak memaksakan pelaksanaan UN ke depannya.

"Kami meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh agar tidak memaksakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN)," ujar Reni dalam siaran persnya, Kamis (18/4/2013).

Menurut Reni, dalam kunjungan di Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (17/4/2013), diketahui sebanyak 155 sekolah se-Kaltim belum menerima soal. Tim kunjungan kerja Komisi X DPR RI sudah merekomendasikan agar pelaksanaan UN ditunda. Namun, lanjut Reni, Nuh tetap memaksa agar UN tetap dilaksanakan pada hari ini dengan menggunakan soal fotokopian.

"Padahal, urusan fotokopi bukanlah perkara mudah, apalagi untuk daerah yang letak geografisnya sulit dan pasokan listrik yang minim," imbuh Reny.

Untuk daerah-daerah lainnya, Reny meminta Menteri mendengarkan keluhan atau kesulitan di lapangan jika situasi dan kondisinya sama dengan Kaltim. Menunda pelaksanaan UN, lanjutnya, adalah keputusan yang tepat.

"Mendikbud harus berbesar hati dan legowo dengan menerima situasi sulit ini. Jangan memaksakan keadaan yang kemudian akan merugikan siswa dan masyarakat," kata Reny.

Seperti diketahui, pelaksanaan UN pada tahun 2013 mengalami kekacauan di sejumlah tempat terkait pendistribusian soal. Pelaksanaan UN di 11 provinsi yang seharusnya dilakukan pada Senin (15/4/2013) terpaksa ditunda hingga hari ini. Namun, pada pelaksanaan hari ini, distribusi soal masih juga menjadi kendala. Bahkan, di beberapa daerah, soal ujian terpaksa digandakan lantaran kurang. Sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan UN akhirnya kembali ditunda hingga Jumat (19/4/2012) karena soal yang tak kunjung datang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.