Kompas.com - 28/04/2013, 14:02 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak sepuluh Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI tak mengikuti ujian online kompetensi bidang seleksi terbuka camat yang diselenggarakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 14, Johar Baru, Jakarta Pusat. Adapun yang terdaftar di SMK Negeri tersebut sebanyak 70 PNS.

"Total peserta yang tidak hadir sepuluh orang masing-masing ruangan dan tidak ada keterangan," kata salah seorang pengawas seleksi terbuka camat, Thorik, saat ditemui di SMK Negeri 14, Minggu (28/4/2013).

Thorik mengatakan, seleksi lelang jabatan camat ini dilakukan secara serempak dari pukul 08.30-10.00 WIB. Sejauh pengamatannya sebagai pengawas, dia hanya melihat seorang camat definitif yang mengikuti ujian kompetensi seleksi terbuka camat.

"Camat di ruangan saya ada Camat Gambir, Bayu Megantara. Kalau ruang yang satu lagi, saya kurang tahu," katanya.

Dalam seleksi lelang jabatan camat itu hanya dilakukan di delapan sekolah yang memiliki ruangan atau laboratorium komputer. Kedelapan sekolah itu antara lain, SMK Negeri 14 Jalan Percetakan Negara 2 A, Jakarta Pusat; SMP Negeri 1, Jalan Cikini Raya 87 Jakarta Pusat; SMA Negeri 3, Jalan Setiabudi II, Jakarta Selatan; SMA Negeri 70, Jalan Bulungan Blok C, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan; SMK Negeri 16, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat; SMA Negeri 35, Jalan Mutiara, Tanah Abang, Jakarta Pusat; dan SMK Negeri 1 serta SMA Negeri 1, Jalan Budi Utomo 7, Sawah Besar Jakarta Pusat.

Proses ujian seleksi itu dilakukan dari pukul 08.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB. Sementara itu, sebanyak 343 PNS DKI yang mendaftar untuk menduduki sebagai posisi camat. Waktu yang diberikan kepada para calon camat untuk melaksanakan test online dengan menggunakan komputer sebanyak 60 menit.

Sebelum mengerjakan ujian, para peserta dibekali penjelasan secara teknis oleh tim assesment (penilai) yang berasal dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Biro Tata Pemerintahan DKI, dan Dinas Komunikasi dan Informasi Masyarakat (Diskominfomas) DKI.

Selain tim penilai, seleksi jabatan ini juga dibantu oleh PT Telkom yang membantu kelancaran jaringan internet, pihak Satpol PP, Polsek, dan Koramil yang membantu mengamankan lokasi, dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI yang mengatur lalu lintas setempat.

Seleksi dan promosi jabatan merupakan terobosan yang dilakukan oleh Joko Widodo. Tujuannya untuk menyaring pejabat yang memiliki kompetensi dan semangat melayani rakyat. Proses seleksi telah memasuki tahap uji kompetensi bidang. Sebanyak 1.118 peserta mengikuti ujian di delapan sekolah berbeda.

Berita terkait, baca:

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.