Korban Sodomi Guru Ngaji Bertambah Jadi 14

Kompas.com - 02/05/2013, 08:46 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah korban sodomi yang dilakukan AZ (28), seorang guru mengaji keliling, kian bertambah. Setelah delapan bocah ditemani orangtuanya melaporkan AZ ke Polres Metro Jakarta Timur, kini ada enam bocah yang ikut melapor sehingga total jumlah korban AZ mencapai 14 bocah.

"Sebenarnya tadinya lima, lalu bertambah tiga, lalu tambah lagi enam, jadi total korbannya ada 14 orang yang melapor," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Muhammad Saleh saat ditemui Kompas.com, Rabu (1/5/2013) malam.

Meski enggan membeberkan inisial 14 orang bocah korban sang guru mengaji tersebut atas alasan kerahasiaan penyidikan, Saleh mengatakan, yang pasti korban memiliki variasi umur mulai tujuh tahun hingga 12 tahun. Semua adalah warga Cakung, Jakarta Timur.

Saleh mengungkapkan, para orangtua korban melapor secara bertahap lantaran tidak semua mengetahui bahwa anaknya ikut menjadi korban AZ. "Ada yang baru tahu kalau anaknya juga jadi korban. Orangtua yang melapor kan cerita ke tetangganya, anak tetangga ditanya, rupanya dia juga pernah, nah akhirnya lapor," ujarnya.

Berdasarkan hasil visum dari Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, lanjut Saleh, hampir seluruh bocah mengalami kekerasan seksual dengan cara disodomi oleh pria bertato di punggung tersebut. Namun, tidak seluruhnya dalam keadaan rusak.

Kini, AZ yang juga bekerja sebagai karyawan perusahaan pengantar barang tersebut sudah diamankan di Tahanan Polres Metro Jakarta Timur. AZ dikenakan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 12 tahun hukuman penjara.

Diberitakan sebelumnya, AZ diduga menyodomi belasan muridnya. Terungkapnya perbuatan AZ berawal dari pengakuan seorang bocah yang mengeluh sakit bagian bokong seusai buang air besar kepada orangtuanya. Setelah didesak, si bocah mengaku AZ adalah pelaku tindak kekerasan seksual itu.

Mendapat cerita itu dari sang putra, orangtua kemudian berkomunikasi dengan orangtua yang anaknya turut diajarkan mengaji oleh AZ. Tidak disangka, korban pun satu per satu bertambah. AZ ditangkap warga pada Jumat (26/4/2013) dan langsung menyerahkan ke aparat kepolisian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Kisah Hidup Sulit Friedrich Silaban | Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia dan Guru

[POPULER JABODETABEK] Kisah Hidup Sulit Friedrich Silaban | Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia dan Guru

Megapolitan
Friedrich Silaban, Seorang Nasrani yang Pelajari Wudu dan Shalat Demi Rancang Masjid Istiqlal

Friedrich Silaban, Seorang Nasrani yang Pelajari Wudu dan Shalat Demi Rancang Masjid Istiqlal

Megapolitan
Depok Catat 3.844 Warga Masih Positif Covid-19 Saat Ini

Depok Catat 3.844 Warga Masih Positif Covid-19 Saat Ini

Megapolitan
BMKG: Waspadai Hujan yang Disertai Petir di Jakarta Hari Ini

BMKG: Waspadai Hujan yang Disertai Petir di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Saaat Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Kabupaten Bekasi Tertahan Rombongan Presiden

Saaat Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Kabupaten Bekasi Tertahan Rombongan Presiden

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan Mulai Dilgelar di GBK Hari Ini

Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan Mulai Dilgelar di GBK Hari Ini

Megapolitan
Ada 15.876 Korban Banjir di Kota Tangerang, Hanya 200 Pengungsi yang Dites Swab PCR

Ada 15.876 Korban Banjir di Kota Tangerang, Hanya 200 Pengungsi yang Dites Swab PCR

Megapolitan
UPDATE 24 Februari: Ada 43 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, Totalnya Kini 7.105

UPDATE 24 Februari: Ada 43 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, Totalnya Kini 7.105

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di Kota Tangerang, Peserta Terbanyak Guru SD hingga SMP

Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di Kota Tangerang, Peserta Terbanyak Guru SD hingga SMP

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Kota Bogor Dimulai Pekan Depan, 34.785 Pelayan Publik Jadi Prioritas

Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Kota Bogor Dimulai Pekan Depan, 34.785 Pelayan Publik Jadi Prioritas

Megapolitan
Terjebak di Lift Stasiun Jatinegara, Penumpang KRL Keluhkan Voice Call yang Mati

Terjebak di Lift Stasiun Jatinegara, Penumpang KRL Keluhkan Voice Call yang Mati

Megapolitan
Kuasa Hukum: Belum Ada Keterangan Saksi yang Buktikan John Kei Lakukan Pembunuhan Berencana

Kuasa Hukum: Belum Ada Keterangan Saksi yang Buktikan John Kei Lakukan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Minta Kasus Pencurian Ponselnya Dihentikan, Selebgram Ajudan Pribadi Juga Beri Uang ke Pelaku

Minta Kasus Pencurian Ponselnya Dihentikan, Selebgram Ajudan Pribadi Juga Beri Uang ke Pelaku

Megapolitan
Pencurian Motor di Tamansari Terekam Kamera CCTV, Seorang Pelaku Pakai Atribut Ojol

Pencurian Motor di Tamansari Terekam Kamera CCTV, Seorang Pelaku Pakai Atribut Ojol

Megapolitan
Pemprov DKI Umumkan 782 Kasus Baru Covid-19, Belum Semua Data Dilaporkan

Pemprov DKI Umumkan 782 Kasus Baru Covid-19, Belum Semua Data Dilaporkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X