Mertua Fathanah Tetap Tempati Rumah yang Disegel KPK

Kompas.com - 10/05/2013, 18:44 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Ibu kandung Sefti Sanustika sekaligus mertua Ahmad Fathanah, Etti Suhaeti, akan tetap menempati rumahnya meski telah disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengatakan, KPK tidak melarangnya mendiami rumah tersebut sampai ada keputusan di pengadilan.

"Masih akan tetap tinggal di sini. Kata KPK juga enggak apa-apa sampai ada keputusan pengadilan. Ibu juga punya hak," kata Etti saat ditemui di rumahnya, Jalan Berlian 2 No 15, Permata Depok, Jalan Raya Citayam, Cipayung, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/5/2013).

Etti mengatakan, jika nantinya KPK memintanya meninggalkan rumah tersebut, maka ia dan keluarganya akan pindah ke rumah milik anaknya di tempat lain. "Ibu punya rumah dua di Tanah Baru sama di Parung Atas, punya Faisal, adiknya Sefti," ujarnya.

KPK menyita rumah atas nama Sefti Sanustika itu pada Jumat sore. Sebelumnya, KPK menyita sebuah rumah di Pesona Khayangan BS Nomor 5, Jalan Margonda, Depok, milik Fathanah.


Fathanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang terkait penambahan kuota impor daging sapi. Keduanya diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Pemberian uang tersebut diduga berkaitan dengan jasa Luthfi dan Fathanah dalam mengupayakan penambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna.

Terkait penyidikan kasus Fathanah, KPK pernah memeriksa Sefti dua kali. Dia dianggap tahu seputar aset Fathanah. KPK menduga Fathanah melakukan pencucian uang dengan menyamarkan uang hasil tindak pidana korupsi. Fathanah diduga mentransfer uang ke sejumlah pihak atau membeli aset yang diatasnamakan orang lain.

Sejauh ini, KPK telah menyita sejumlah aset terkait Fathanah. KPK menyita Honda Jazz terkait Fathanah dari model cantik Vitalia Shesya, Honda Freed dari penyanyi dangdut bernama Tri Kurnia Rahayu, serta barang-barang mewah lainnya dari dua perempuan itu. KPK juga menemukan aliran dana Rp 20 juta dan 1.800 dollar AS ke Ayu Azhari yang kemudian uang tersebut dikembalikan oleh Ayu ke KPK beberapa waktu lalu.

Uang Fathanah juga diduga mengalir ke kas PKS untuk mendanai pemenangan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2013-2018 dan ke Saldi Matta, adik Presiden PKS Anis Matta. Beberapa waktu lalu, Saldi mengaku dapat transferan uang Rp 50 juta dari Fathanah. Uang itu, menurut dia, merupakan pembayaran utang. Fathanah meminjam uang Rp 50 juta dari Saldi pada September tahun lalu dan baru dibayarkan pada Januari 2013.

Bukan hanya itu, Fathanah juga disebut menyiapkan uang Rp 1,3 miliar untuk mengurus proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLST) di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Belum diketahui kepada siapa uang Rp 1,3 miliar itu diberikan.

Baca juga:
Kisah KPK Memburu Mobil-mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan
Soal Mobil yang Akan Disita KPK, Luthfi Bilang Enggak 'Nonton' TV
Ada 'Daging' untuk Pak Luthfi...
Ditanya Mobil-mobil Mewahnya, Luthfi Cuma Senyum
Sederet Mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan Ishaaq

Ikuti berita terkait kasus ini dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

     Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

    Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

    Megapolitan
    Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

    Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

    Megapolitan
    Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

    Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

    Megapolitan
    Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

    Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

    Megapolitan
    Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

    Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

    Megapolitan
    Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

    Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

    Megapolitan
    BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

    BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

    Megapolitan
    Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

    Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

    Megapolitan
    Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

    Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

    Megapolitan
    Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

    Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

    Megapolitan
    50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

    50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

    Megapolitan
    Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

    Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

    Megapolitan
    Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

    Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

    Megapolitan
    Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

    Megapolitan
    Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

    Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X