Basuki: Heran, Kenapa di Jakarta Banyak yang Belum Terima E-KTP?

Kompas.com - 13/05/2013, 14:03 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama heran masih banyak warga Jakarta yang belum menerima kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Padahal, mereka sudah merekam data hingga antre panjang setahun yang lalu.

"Sekarang masyarakat teriak menjadi korban. Heran, kenapa di Jakarta saja masih banyak orang yang tidak terima e-KTP?" ujar Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (13/5/2013).

Saat ini, kata dia, Pemprov DKI akan memasang fiber optik di kelurahan dan kecamatan untuk memudahkan pengaduan warga secara online. Hanya saja, kata dia, permasalahan e-KTP ini jangan diperuncing kembali. Sebab, sejak menjabat sebagai Anggota Komisi II DPR RI, Basuki telah mengetahui proyek itu dari sisi terkecil.

Menurutnya, tak etis apabila seorang Wagub membuat laporan kepada KPK terhadap pengadaan e-KTP yang terindikasi tidak beres. "Masak Jakarta bikin e-KTP harus bertahun-tahun menunggunya? Harusnya tinggal daftar bisa langsung jadi. Itu saja menurut saya," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Di samping itu, e-KTP seharusnya tidak perlu difotokopi kembali karena dapat dibaca melalui card reader. Menurut Basuki, pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan persepsi yang kurang tepat. Seharusnya mereka memberikan pemberitahuan kalau e-KTP itu tidak perlu difotokopi karena dapat dibaca melalui card reader. Bukan justru memberitahukan kalau e-KTP tidak boleh difotokopi.

"Orang kartu kredit saja kalau difotokopi oke-oke saja kok. Masak e-KTP enggak bisa. Makanya saya bilang, proyek ini ada masalah," tegas Basuki.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Reydonnyzar Moenek menjelaskan, di DKI, e-KTP yang sudah direkam mencapai 5.892.283. Dari jumlah itu, yang sudah dimasukkan datanya untuk pencetakan sebanyak 5.774.924 dan yang sedang didistribusikan mencapai 5.206.352.

Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2006 Pasal 64 Ayat (3), e-KTP memuat kode keamanan yang berupa chip. Untuk dapat mengetahui kecanggihan e-KTP, kata Donny, hanya dapat dibaca dengan card reader, bukan melalui fotokopi. Oleh karena itu, Kemendagri mendorong instansi pemerintah, pemda, lembaga perbankan, dan swasta agar mempersiapkan kelengkapan teknis, termasuk card reader.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

    Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

    Megapolitan
    Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

    Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

    Megapolitan
    Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

    Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

    Megapolitan
    Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

    Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

    Megapolitan
    Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

    Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

    Megapolitan
    Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

    Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

    Megapolitan
    Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

    Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

    Megapolitan
    Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

    Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

    Megapolitan
    Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

    Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

    Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

    Megapolitan
    Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

    Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

    Megapolitan
    Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

    Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

    Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

    Megapolitan
    Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

    Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

    Megapolitan
    Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

    Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X