Pembongkaran Rumah Warga di Utara Waduk Pluit Distop Sementara

Kompas.com - 14/05/2013, 13:43 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Permukiman warga di bantaran Waduk Pluit sebelah utara, dekat Pos Polisi Pluit Timur, belum digusur karena menunggu rumah susun yang tepat untuk warga. Saat ini, Tim Penanggulangan Pasca Banjir Waduk Pluit berkonsentrasi membenahi dan mengeruk waduk yang sudah bersih dari permukiman warga.

"Yang di belakang Pospol belum dibongkar karena masih mencari rusun yang tepat untuk warga," kata Heryanto, Koordinator Program Normalisasi Kawasan Waduk Pluit, di Waduk Pluit, Selasa (14/5/2013).

Heryanto mengungkapkan, untuk Waduk Pluit bagian barat terdapat 998 bangunan. Bangunan yang sudah dibongkar sebanyak 720 bangunan, sedangkan 278 bangunan belum dilakukan pembongkaran karena warga masih mempertahankan supaya tidak dibongkar.

Untuk bagian di sebelah utara, kata dia, terdapat beberapa warga yang bersikeras mempertahankan bangunannya. Salah satunya adalah Tedy, pengusaha alat berat di bagian utara Waduk Pluit. Dia menguasai lahan seluas 8.000 meter. Dia juga tidak mau kalau usahanya dibongkar oleh pemerintah.

"Kita sudah berikan dia SP (Surat Peringatan) 4. Katanya masih minta waktu tiga hari. Kalau tiga hari belum bongkar, nanti kita serahkan kepada P2B supaya mereka yang bongkar," kata Heryanto.

Pihaknya sebagai koordinator lapangan normalisasi Waduk Pluit memang masih menunggu informasi dari Dinas Perumahan Pemprov DKI mengenai kesiapan rusun. Pihaknya akan melakukan pembongkaran kembali setelah mendapat lampu kuning dari Dinas kalau rusun untuk warga sudah siap.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemkot Jakbar Keruk Lumpur yang Sebabkan Banjir Tiap Hujan Deras

    Pemkot Jakbar Keruk Lumpur yang Sebabkan Banjir Tiap Hujan Deras

    Megapolitan
    Sosialisasi Masker, Polisi dan Satpol PP Patroli Keliling Wilayah Padat Penduduk di Kuningan Barat

    Sosialisasi Masker, Polisi dan Satpol PP Patroli Keliling Wilayah Padat Penduduk di Kuningan Barat

    Megapolitan
    Pakar UI: Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Lakukan PSBB Ketat!

    Pakar UI: Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Lakukan PSBB Ketat!

    Megapolitan
    Ada Covid-19, Angka Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik Jadi 1,8 Persen

    Ada Covid-19, Angka Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik Jadi 1,8 Persen

    Megapolitan
    Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

    Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

    Megapolitan
    Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

    Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

    Megapolitan
    Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

    Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

    Megapolitan
    UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

    UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

    Megapolitan
    Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

    Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

    Megapolitan
    Diprotes PHRI, Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Dine-In

    Diprotes PHRI, Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Dine-In

    Megapolitan
    Polisi Masih Cari Tahu Identitas Jenazah yang Ditemukan di Dalam Bajaj

    Polisi Masih Cari Tahu Identitas Jenazah yang Ditemukan di Dalam Bajaj

    Megapolitan
    Pemprov DKI Pakai Tanah Kerukan Setu untuk Meninggikan Area Pemakaman Covid-19

    Pemprov DKI Pakai Tanah Kerukan Setu untuk Meninggikan Area Pemakaman Covid-19

    Megapolitan
    Setelah Kecelakaan Motor, Seorang Pria Kabur ke Kali Bekasi dan Menghilang

    Setelah Kecelakaan Motor, Seorang Pria Kabur ke Kali Bekasi dan Menghilang

    Megapolitan
    Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

    Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

    Megapolitan
    45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

    45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X