Kompas.com - 16/05/2013, 11:30 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menganggap Jokowi-Basuki hanya manis di media, tetapi tidak nyata di lapangan. Hal tersebut terlihat dari ungkapan di media kalau warga Waduk Pluit akan dipindahkan ke rusun yang sudah menyediakan televisi, kulkas, dan alat-alat rumah tangga.

"Kalau diberikan perabotan seperti itu mereka pasti mau. Tapi, betul enggak yang dikatakan di media benar terjadi di lapangan? Jokowi jangan hanya manis di media, tapi di lapangan beda," kata Siane Indriani, anggota Komnas HAM saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/5/2013).

Siane mengungkapkan, saat di media, Jokowi mengatakan kalau warga Waduk Pluit mendapatkan rusun yang dilengkapi dengan perabotan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan meja. Namun nyatanya, warga yang sudah digusur di sisi barat Waduk Pluit baru 20 KK yang mendapatkan unit rusun. Padahal warga yang sudah digusur sebanyak 280 KK lainnya masih tinggal luntang-lantung menumpang di rumah sanak saudara.

Siane mengatakan, warga tidak akan menolak relokasi kalau mereka memang benar-benar mendapatkan formulasi yang bagus mengenai tempat tinggal. Mereka juga tidak akan memberikan laporan kepada Komnas HAM kalau mereka tidak mendapatkan intimidasi dari oknum-oknum terkait.

Dengan melihat kenyataan kalau warga yang sudah digusur tidak mendapatkan tempat yang layak, kata Siane, maka 12.000 warga bantaran waduk yang belum digusur menolak penggusuran pemprov. Mereka resah jika tidak mendapatkan tempat tinggal lagi setelah digusur.

Menurutnya, ada baiknya Jokowi-Basuki benar-benar meninjau lapangan supaya bisa mengatahui kondisi warga di bantaran Waduk Pluit. Dengan begitu, pemerintah tidak akan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bisa menyakiti hati rakyat.

Sebelumnya, Gubernur DKI Joko Widodo yakin bahwa upaya merelokasi warga Waduk Pluit tidak melanggar HAM. Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggunakan cara-cara humanis dengan menyediakan televisi, kulkas, tempat tidur, dan meja-kursi untuk makan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.