DPR: Mundur dari KJS, Rumah Sakit Langgar Undang-Undang

Kompas.com - 23/05/2013, 16:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menilai seluruh rumah sakit yang mundur dalam memberikan layanan kesehatan melalui Kartu Jakarta Sehat (KJS) sama dengan melanggar undang-undang. Ia menganggap keputusan mundur dari KJS dikarenakan rumah sakit lebih mengutamakan bisnis ketimbang memberikan layanan sosial.

Politikus PDI Perjuangan itu megnatakan, dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan Pasal 191 ayat 1 dan 2, dikatakan bahwa rumah sakit tidak bisa menolak pasien atau meminta biaya administrasi di muka. Selain itu, rumah sakit juga dilarang memperjualbelikan darah dengan alasan apa pun.

"Jadi kalau rumah sakit menolak pasien dan meminta uang di depan, itu sudah melanggar UU Kesehatan," kata Ribka di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Ribka menambahkan, dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 poin F juga diterangkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan layanan hidup sehat yang tidak dibeda-bedakan. Atas dasar itu, ia mempertanyakan alasan yang melatarbelakangi belasan rumah sakit mundur dari KJS.

"Mundur dari KJS itu melanggar undang-undang," ujarnya.

Saat ini ada 16 rumah sakit yang keberatan mengikuti program KJS. Rumah sakit tersebut keberatan dengan tarif harga Indonesia Case Base Group (INA-CBG's) yang dikeluarkan PT Askes (Persero). Tarif yang diberlakukan berdasarkan sistem paket ini dinilai merugikan rumah sakit. Sebelumnya, model pembayaran klaim rumah sakit diberikan untuk setiap jenis pelayanan.

KJS merupakan salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Target utamanya adalah seluruh warga Ibu Kota yang masuk dalam kategori miskin. Untuk mendapatkan KJS, warga Jakarta hanya perlu mendaftar di puskesmas dengan menggunakan KTP dan kartu keluarga (KK). Selanjutnya, layanan kesehatan dimulai di puskesmas dan bisa dirujuk ke rawat inap kelas III bila diperlukan dan gratis.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLaksono Hari W
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Terkini Lainnya

    Polda Metro Jaya Cabut Laporan terhadap Caleg Gerindra Wahyu Dewanto 

    Polda Metro Jaya Cabut Laporan terhadap Caleg Gerindra Wahyu Dewanto 

    Megapolitan
    Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

    Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

    Megapolitan
    Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

    Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

    Megapolitan
    Cara Planetarium Siasati Polusi dan Gedung Tinggi di Jakarta demi Melihat Bintang

    Cara Planetarium Siasati Polusi dan Gedung Tinggi di Jakarta demi Melihat Bintang

    Megapolitan
    Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar

    Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar

    Megapolitan
    Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

    Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

    Megapolitan
    Pihak Pengelola Bantah Gerombolan Rusa Kebun Binatang Ragunan Kabur ke Permukiman

    Pihak Pengelola Bantah Gerombolan Rusa Kebun Binatang Ragunan Kabur ke Permukiman

    Megapolitan
    Dilaporkan ke Polisi, Rian Ernest Siap Hadapi

    Dilaporkan ke Polisi, Rian Ernest Siap Hadapi

    Megapolitan
    Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

    Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

    Megapolitan
    Anies Terlalu Lama Tanpa Wagub dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan di Jakarta

    Anies Terlalu Lama Tanpa Wagub dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan di Jakarta

    Megapolitan
    Petugas Damkar Evakuasi Anjing yang Tercebur ke Sumur di Ciracas

    Petugas Damkar Evakuasi Anjing yang Tercebur ke Sumur di Ciracas

    Megapolitan
    Hidup Baru Korban Kebakaran Cipinang di Rusun Jatinegara Kaum

    Hidup Baru Korban Kebakaran Cipinang di Rusun Jatinegara Kaum

    Megapolitan
    Penjelasan Singkat Wali Kota Tangerang soal Perselisihannya dengan Menkumham

    Penjelasan Singkat Wali Kota Tangerang soal Perselisihannya dengan Menkumham

    Megapolitan
    Pengamat: Pemasangan Lagu di Lampu Merah Depok Tidak Punya Target dan Tujuan Jelas

    Pengamat: Pemasangan Lagu di Lampu Merah Depok Tidak Punya Target dan Tujuan Jelas

    Megapolitan
    Pengamat: Tanpa Wagub, Anies Pincang Jalankan Pemerintahan DKI

    Pengamat: Tanpa Wagub, Anies Pincang Jalankan Pemerintahan DKI

    Megapolitan
    Close Ads X