Rencanakan Kerusuhan Poso Beratkan Terdakwa Teroris Badri

Kompas.com - 27/05/2013, 12:45 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus dugaan terorisme Badri Hartono alias Toni dituntut 14 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Mudjono, Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (27/5/2013). Badri dianggap terbukti melakukan tindak pidana terorisme yang diatur dalam Pasal 15 jo Pasal 7 dan Pasal 15 jo Pasal 9 peraturan pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU No 15 tahun 2003.

"Menjatuhkan pidana pada Badri Hartono 14 tahun penjara dikurangi selama terdakwa ditahan dan sementara tetap ditahan," ujar jaksa Rini Hartatie dalam sidang tuntutan, Senin.

Barang bukti yang disita di antaranya satu senjata laras pendek beserta 20 peluru. Badri juga disebut memberikan pelatihan merakit bom pada kelompok di Jakarta dan mengirim anggotanya untuk berlatih di Poso.

"Dia mengirim anggotanya ke Poso sebanyak 3 kali pengiriman," kata Rini.

Dalam sidang tuntutan itu wajah Badri tampak datar. Sesekali dia juga mengumbar senyuman. Hal yang memberatkan Badri yakni ingin membuat kerusuhan di Poso. Dia pun membuat pelatihan membuat bom di Solo dan Jakarta. Atas tuntutan itu, kuasa hukum Badri yakni Willy Mustam menyatakan akan melakukan pledoi atau pembelaan.

"Kami minta waktu dua minggu untuk pledoi," katanya.

Untuk diketahui, Badri merupakan pimpinan kelompok Al Qaeda Indonesia yang merencanakan sejumlah aksi teror di Jakarta. Badri dan beberapa anggotanya mahir merakit bom dan pernah mengikuti latihan teror di Poso, Sulawesi Tenggara. Badri yang diringkus di Solo ini juga disebut sebagai anak buah dari Bagus Budi Pranoto alias Urwah.

Urwah merupakan pengikut teroris Noordin Mohammad Top yang terlibat kasus pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009. Jaringan Al Qaeda Indonesia ini mulanya terungkap saat terjadi ledakan bom rakitan di sebuah rumah Jalan Nusantara, RT 04 RW 13, Beji, Depok, Jawa Barat, awal September 2012 lalu. Kelompok ini merencanakan sejumlah aksi teror di antaranya di Markas Korps Brimob Polda Metro, Kwitang, Jakarta Pusat, dan menyerang komunitas Masyarakat Buddha terkait adanya penindasan kaum Muslim Rohingya di Myanmar.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    15,3 Hektare Lahan TPU di Bekasi Masih Kosong

    15,3 Hektare Lahan TPU di Bekasi Masih Kosong

    Megapolitan
    Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

    Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

    Megapolitan
    BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

    BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

    Berita Foto
    Minta Anies Tak 'Tenggelamkan' Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

    Minta Anies Tak "Tenggelamkan" Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

    Megapolitan
    247 Gardu Listrik Telah Kembali Dinyalakan PLN Setelah Banjir Surut

    247 Gardu Listrik Telah Kembali Dinyalakan PLN Setelah Banjir Surut

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Lagi-lagi Jakarta Banjir | Viral Video Seorang Ibu Jambak Anak Muda di KRL

    [POPULER JABODETABEK] Lagi-lagi Jakarta Banjir | Viral Video Seorang Ibu Jambak Anak Muda di KRL

    Megapolitan
    Ini Penyebab Banjir di RSCM Versi Damkar

    Ini Penyebab Banjir di RSCM Versi Damkar

    Megapolitan
    BMKG: Jakarta Hujan Petir Nanti Malam, Bogor, Depok, Bekasi Hujan Ringan Seharian

    BMKG: Jakarta Hujan Petir Nanti Malam, Bogor, Depok, Bekasi Hujan Ringan Seharian

    Megapolitan
    Mayat Wanita Setengah Telanjang Ditemukan di Aliran Sungai Ciliwung

    Mayat Wanita Setengah Telanjang Ditemukan di Aliran Sungai Ciliwung

    Megapolitan
    Jakarta Banjir, Netizen Serbu Tagar #WajahBaruJakarta untuk Sindir Anies

    Jakarta Banjir, Netizen Serbu Tagar #WajahBaruJakarta untuk Sindir Anies

    Megapolitan
    [VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

    [VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

    Megapolitan
    Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

    Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

    Megapolitan
    Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

    Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

    Megapolitan
    Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

    Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

    Megapolitan
    Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

    Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X