DPRD DKI Tentukan Hak Interpelasi Pekan Depan

Kompas.com - 30/05/2013, 14:58 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Penentuan pengajuan hak interpelasi oleh anggota DPRD DKI Jakarta akan ditentukan pekan depan. Dewan pimpinan DPRD masih menunggu rapat gabungan pimpinan yang akan dilaksanakan pekan depan.

"Mungkin keputusannya minggu depan masalah interpelasi. Kita menunggu rapat pimpinan gabungan dulu, nanti minggu depan," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan di ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Ferrial mengatakan, pengajuan hak interpelasi ini tidak semudah yang dibayangkan. Anggota DPRD harus memenuhi syarat pengajuan hak interpelasi, yaitu mengklasifikasi masalah yang harus disebabkan oleh kebijakan pemerintah daerah dan bukan masalah teknis. Syarat kedua, anggota DPRD harus memberikan alasan pengajuan hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta.

Ferrial menjelaskan, setelah anggota DPRD memberikan alasan, dewan pimpinan melihat jumlah orang yang mengajukan hak interpelasi. Jika jumlahnya lebih dari 15 orang dan terdiri lebih dari dua fraksi, dewan pimpinan akan mengajukannya dalam sidang paripurna. Setelah diajukan ke sidang paripurna, hak interpelasi bisa dilanjutkan kalau 50 persen anggota DPRD menyetujui rencana interpelasi tersebut. Jika kurang dari 50 persen, DPRD bisa membatalkan pengajuan hak interpelasi.

"Jadi, ya, jalannya masih panjang kalau mau interpelasi Gubernur," kata Ferrial.

Mengenai jumlah anggota yang mengajukan hak interpelasi, Ferrial menyebutkan bahwa kabar yang terakhir dia dengar berjumlah 32 orang. Namun, ada beberapa orang yang mengundurkan diri, seperti anggota dari Fraksi Golkar dan Fraksi PPP. Saat ini, dia belum mengetahui jumlah pasti anggota dewan yang mengajukan hak interpelasi.

"Saya enggak tahu pastinya karena sekarang kan memang ada yang mengundurkan diri, atau mungkin nanti bertambah saat menjelang rapat dewan pimpinan," ungkap Ferrial.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Ashraf Ali menyebutkan bahwa anggota DPRD telah menyepakati bahwa problem dalam pelaksanaan Kartu Jakarta Sehat dapat dibahas dalam diskusi internal Komisi E DPRD DKI beserta instansi terkait.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

    Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

    Megapolitan
    UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

    UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

    Megapolitan
    Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

    Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

    Megapolitan
    Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

    Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

    Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

    Megapolitan
    5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

    5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

    Megapolitan
    Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

    Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

    Megapolitan
    Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

    Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

    Megapolitan
    Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

    Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

    Megapolitan
    Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

    Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

    Megapolitan
    Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

    Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

    Megapolitan
    Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

    Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

    Megapolitan
    30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

    30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

    Megapolitan
    Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

    Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X