Kompas.com - 04/06/2013, 21:25 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, meminta PD Pasar Jaya tidak diam saja ketika jalan-jalan di sekitar pasar mengalami kemacetan.

"Pengelola pasar, dalam hal ini PD Pasar Jaya jangan cicing-cicing wae, kalau bahasa Sunda. Jangan diam-diam saja melihat kemacetan itu," ujar Udar, di Balaikota Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Udar mengangkat Pasar Tanah Abang sebagai contoh. Menurutnya, jalan-jalan sekitar Pasar Tanah Abang macet karena adanya parkir liar. Tindakan yang bisa dilakukan PD Pasar Jaya untuk mengatasi kemacetan di Pasar Tanah Abang, lanjut Udar, adalah menyediakan lahan parkir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) DKI Jakarta, Udar Pristono menegaskan, PD Pasar Jaya jangan diam-diam saja melihat jalan di sekitar pasar mengalami kemacetan. Pengelola pasar harusnya turut bertanggungjawab atas kerunyaman tersebut.

"Sekarang sudah bukan zamannya lagi mencegah di hilir. Sekarang mau pengelola tanggungjawab akan hal ini. Disediakan dong lahan," imbau Udar.

Dinas Perhubungan sendiri menjalin kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk mengatasi kemacetan. Salah satu bentuk kerja sama itu adalah mengangkut kendaraan yang melanggar tanda rambu dilarang parkir.

Operasi itu sudah dilakukan Dinas Perhubungan selama empat hari terakhir ini, di Pasar Minggu, Pasar Rebo dan mal Ambassador. Dalam satu hari, jumlah mobil yang ditilang karena parkir sembarangan mencapai 50 unit.

Udar mengaku yakin, pendekatan serupa bisa dilakukan di daerah pasar-pasar lain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X