Stasiun dan Halte Dukuh Atas Akan Disatukan

Kompas.com - 10/06/2013, 07:01 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Di kawasan Dukuh Atas, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, ada stasiun dan halte bus transjakarta. Namun, setiap kali kita melintas terutama pada hari kerja, beragam angkutan umum seperti kopaja dan metromini terlihat mangkal di tepi jalan, menunggu penumpang.

Pada satu sisi, keberadaan kendaraan umum yang mangkal jelas mengganggu arus lalu lintas. Namun, kendaraan umum ini juga adalah andalan para penumpang yang baru saja turun dari kereta rel listrik untuk mencapai tujuan akhir mereka. Meski berada di satu kawasan, jarak antara stasiun dan halte bus transjakarta dianggap masih terlalu jauh untuk menjadikan bus transjakarta sebagai pilihan melanjutkan perjalanan para penumpang.

Berangkat dari analisis tersebut, Institute for Transportation Development Policy menggagas penyatuan stasiun dan halte itu. Setidaknya, memendekkan jarak keduanya. "Saat ini sudah ada desain dari ITDP, desainnya (halte akan) lebih dekat dengan stasiun. Jalan kakinya lebih dekat, cuma 50 meter. Kalau sekarang kan sekitar 300 meter," kata Ketua ITDP Yoga Adiwinarno, Sabtu (8/6/2013).

Yoga mengatakan, selain untuk memudahkan warga, mendekatkan stasiun dan halte juga direncanakan untuk mendukung proses integrasi antara bus transjakarta dan angkutan reguler, terutama kopaja AC yang sejauh ini telah mulai beroperasi. Dari tiga rute bus kopaja AC terintegrasi dengan bus transjakarta, Kopaja S602 adalah kopaja yang melewati halte dan stasiun di Dukuh Atas.

"Diharapkan nantinya bus-bus ngetem di depan stasiun sudah tidak ada lagi. Penumpang bisa pindah ke halte yang jaraknya sudah dekat," ujar Yoga. Adapun secara fisik, menurut dia, akan ada terowongan pendek dan jembatan penyeberangan yang menghubungkan halte dan stasiun itu. "Ini akan coba kami bicarakan dengan Pemprov (DKI Jakarta) maupun PT KAI," jelas Yoga.

Sebagai informasi, selain Dukuh Atas, masih terdapat beberapa kawasan yang memiliki halte bus transjakarta dan stasiun berdekatan. Tempat-tempat tersebut adalah Cawang, Jatinegara, Kota, dan Manggarai.

Seperti halnya Dukuh Atas, ke depan diharapkan rancangan pengintegrasian halte dan stasiun juga akan diterapkan seperti halnya rancangan yang sudah disiapkan untuk Dukuh Atas, atas nama kenyamanan pengguna transportasi publik dan lalu lintas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Megapolitan
Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Megapolitan
Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Megapolitan
Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Megapolitan
Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Megapolitan
Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Megapolitan
Proses Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid Kian Menjelimet

Proses Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid Kian Menjelimet

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lowongan 3.958 CPNS, dari Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan

Pemprov DKI Buka Lowongan 3.958 CPNS, dari Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan

Megapolitan
Klaim Rizieq Shihab dapat Surat Cekal yang Dibantah Pemerintah Indonesia

Klaim Rizieq Shihab dapat Surat Cekal yang Dibantah Pemerintah Indonesia

Megapolitan
Polisi Sita Senjata Api dari Sopir yang Diamuk Massa di Poltangan karena Tabrak Lari

Polisi Sita Senjata Api dari Sopir yang Diamuk Massa di Poltangan karena Tabrak Lari

Megapolitan
Diduga Serempet Kendaraan dan Kabur, Seorang Sopir Dihakimi Warga

Diduga Serempet Kendaraan dan Kabur, Seorang Sopir Dihakimi Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X