Kompas.com - 11/06/2013, 19:20 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam beberapa bulan mendatang, proyek pembangunan sarana transportasi massal modern akan segera dimulai. Berdasarkan target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada kontraktor, megaproyek mass rapid transit atau MRT akan mulai dibangun pada bulan Oktober 2013.

"Mobilisasi alat berat harus segera dilakukan. Saya minta Oktober," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo seusai penandatanganan kontrak megaproyek MRT ruas bawah tanah di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (11/6/2013) sore.

Jokowi mengatakan, proses pertama yang dilakukan sebelum pembangunan adalah ground breaking atau penanaman tiang pancang. Hingga Oktober 2013 tersebut, kontraktor yang tergabung dalam konsorsium akan melaksanakan sejumlah persiapan pendukung pembangunan. "Sekarang investigasi tanah, bedeng lapangan, nanti juga traffic management. Jadi, pas alat-alat benar-benar datang, sudah siap," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, investigasi tanah dilakukan untuk mendapatkan gambaran susunan tanah dasar dan karakteristik fisik dan teknis dari masing-masing lapisan tanah. Gambaran mengenai kondisi tanah itu dapat dianalisis secara teknis untuk mendapatkan rekomendasi pondasi bangunan yang tepat. Dengan demikian, akan diperoleh hasil perencanaan konstruksi yang aman dan ekonomis untuk mendukung rencana pembangunan pondasi MRT.

Kontraktor siap

Direktur PT Wijaya Karya Budi Harto menyatakan, timnya siap memenuhi target Pemprov DKI untuk memulai pembangunan tersebut. Sejumlah persiapan pendukung pembangunan akan siap pada tiga bulan yang akan datang hingga siap dilakukan ground breaking pada Oktober 2013.

"Tiga bulan ini bisa selesai. Terowongan dalam, kedalamannya 40 meter dari jalan. Kita mau tahu kondisi tanahnya. Insya Allah siap," ujarnya.

Pengerjaan proyek MRT dibagi menjadi delapan paket konstruksi sipil. Tiga konstruksi dibangun di bawah tanah (subway) di sepanjang Jalan Sisimangaraja hingga Bundaran Hotel Indonesia. Tiga konstruksi dibangun dengan jalur layang (elevated), yaitu sepanjang Lebak Bulus hingga Al Azhar. Dua paket lainnya berupa pengadaan sistem dan rolling stock.

Dari delapan paket tersebut, enam paket sudah dilelangkan, yakni tiga paket bawah tanah dan tiga paket jalur layang. Konstruksi MRT bawah tanah dikerjakan terlebih dulu pada Oktober 2013 karena waktu pembangunannya lebih lama dibandingkan dengan konstruksi layang. Megaproyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.