Kompas.com - 12/06/2013, 15:13 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Jakarta tidak diperkenankan untuk memesan lahan pemakaman. Lahan pemakaman hanya diprioritaskan untuk warga yang telebih dahulu meninggal dunia.

Menurut Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Widyo Dwiyono Budi, banyak warga yang memesan lahan pemakaman akan mengganggu pendataan lahan pemakaman.

"Memesan lahan pemakaman itu tidak boleh karena hal itulah yang menyebabkan pendataan terkait dengan kapasitas TPU menjadi tidak jelas. Itu sudah menghambat hak orang lain yang menjadi prioritas," kata Widyo di Balaikota Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Widyo juga menegaskan bahwa ketersediaan lahan pemakaman di DKI Jakarta masih mencukupi. Menurut mantan Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Selatan itu, lahan pemakaman di Jakarta saat ini berjumlah sekitar 76 titik dan sebanyak 14 titik diminati oleh ahli waris untuk memakamkan keluarganya.

"Pemakaman di Jakarta masih sangat mencukupi. Justru mereka yang bilang kalau lahan pemakaman sudah kurang itu yang tidak bertanggung jawab," kata Widyo.

Menurut Widyo, apabila ada oknum yang menyatakan lahan pemakaman hampir penuh, biasanya untuk membuat keresahan kepada warga. Biasanya, oknum itu merupakan para calo pemakaman agar warga Jakarta cepat-cepat memesan areal permakaman.

Sementara itu, para ahli waris yang ingin memakamkan keluarganya, tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Sebab, sesuai dengan Perda nomor 1 tahun 2006 tentang Retribusi hanya membebankan biaya paling kecil Rp 40.000 dan biaya paling besar Rp 100.000.

"Kalau ada ahli waris atau ada orang yang mau memakamkan hanya dikenai retribusi saja," kata Widyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.