Festival Cisadane, Membangkitkan Budaya Masyarakat Tangerang

Kompas.com - 13/06/2013, 10:21 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

Perayaan Peh Cun di Tangerang diperkirakan mulai dilaksanakan tahun 1910. Saat itu, sungai-sungai di Jakarta sudah mendangkal sehingga perayaan dipindahkan ke Tangerang. Sungai Cisadane juga cukup luas sehingga Tangerang dinilai memenuhi syarat melaksanakan perayaan Peh Cun. Tahun 2000, setelah mendapat kebebasan untuk berekspresi, Pemerintah Kota Tangerang mengangkat kembali tradisi ini yang dikemas dalam Festival Cisadane. Festival ini diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Tangerang bekerja sama dengan warga dan komunitas Tionghoa di Tangerang.

Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata Kota Tangerang Nurulhuda mengatakan, festival ini terus berkembang dengan tetap mengusung slogan pesta rakyat dan budaya rakyat.

Karena itu, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menampilkan budaya Tionghoa yang ada di Tangerang, tetapi juga kebudayaan dari sejumlah wilayah lain, seperti Betawi, Kalimantan Tengah, dan Jawa. Ada 22 grup yang ikut memeriahkan festival budaya ini. ”Selain digelar tari Lenggang Cisadane, kemeriahan acara juga diisi wayang golek dan wayang kulit serta lenong Betawi,” kata Nurulhuda.

Acara tahunan

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Tangerang Hendrasah Reza mengatakan, tahun ini penyelenggaraan Festival Cisadane lebih spesial dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya penyelenggaraan dibuka pada waktu siang, kali ini dilakukan pada malam hari.

”Selain dimeriahkan dengan 2.600 letupan kembang api, di atas sungai ini juga akan dimeriahkan dengan permainan cahaya sinar laser. Di sepanjang sungai ini akan dipasang lampion. Kalau kembang api dan lampion dipasang siang hari, rasanya tidak meriah dan kurang afdal,” kata Reza.

Sebanyak 300 lampion warna-warni dipasang, 150 lampion di antaranya dipasang di bagian turap Cisadane dan 150 lainnya di sepanjang Jalan Letda Dadang Suprapto. Selain itu, replika naga raksasa sepanjang 35 meter dengan diameter 1 meter dipasang di punggung jembatan Gerendeng.

Festival ini akan diisi, antara lain, dengan lomba adu cepat perahu naga, lomba dayung tingkat nasional, membuat bacang terbesar, mengikat bacang, dan perahu hias. Tak lupa pameran produk-produk dan kuliner khas Benteng (sebutan daerah Tangerang), seni budaya tradisional berupa liong, barongsai, gambang keromong, dan lain-lain.

Penyelenggaraan tahun ini adalah perayaan ke-10 kali sejak tahun 2003. Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, festival ini akan terus digelar sebagai upaya melestarikan keragaman budaya yang ada di Kota Tangerang. Keragaman sebuah kota yang dihuni pendatang dari China, Betawi, Jawa, dan kelompok etnis lainnya. Dengan adanya festival ini, masyarakat juga diajak untuk menjaga kebersihan Sungai Cisadane sekaligus menjaga, memelihara, dan melestarikan budaya setempat.

Penasihat Panitia Perayaan Peh Cun dari Boen Tek Bio, Sugianto, mengatakan, festival ini ingin menghidupkan kembali dan melestarikan kekayaan budaya Peh Cun seperti yang dilakukan puluhan tahun lalu.

Festival Cisadane sudah menjadi ikon bagi Pemerintah Kota Tangerang dalam memberdayakan kebudayaan Tionghoa di daerah ini sekaligus melestarikan Sungai Cisadane. Tradisi ini akan terus dipertahankan dengan cara terus-menerus menggelar Festival Cisadane. Tak muluk-muluk. Paling tidak, pelestarian budaya dan wisata bahari Sungai Cisadane bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri mengunjungi Kota Tangerang.(pingkan elita dundu)

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Megapolitan
Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Megapolitan
Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Megapolitan
Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X