Kompas.com - 14/06/2013, 10:45 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses normalisasi Waduk pluit, Jakarta Utara, terus berjalan. Meski sempat ditentang warga, kini kawasan di sekitar waduk mulai tampak lebih asri.

Sebelumnya, area sekitar waduk dipadati rumah liar penduduk. Ratusan warga membangun rumah semipermanen di sekitar waduk. Akibatnya, lahan bebas di sekitar waduk berkurang. Banjir pun selalu mengancam warga di sekitar waduk dan Jakarta. Sebab, waduk tak dapat menampung air hujan.

Sekarang pengerukan lumpur waduk terus berlangsung. Sehingga, kedalaman waduk bertambah. Tadinya, kedalaman waduk hanya 2 meter, saat ini sudah mencapai lebih dari 5 meter.

Demikian pula pembangunan jalan inspeksi di pinggir waduk. Pembangunan jalan inspeksi di pinggir waduk. Pembangunan jalan telah mencapai panjang 1.200 meter dari target sepanjang 2 km. Jalur ini dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan dari Pantai Mutiara menuju Jalan Gedong Panjang.

Proyek normalisasi ini secara keseluruhan akan tuntas dalam dua tahun. Wadulk Pluit yang sudah ada sejak 1987 lalu dan memiliki luas 80 hektar dan terokupasi seluas 20 hektar ini akan dikembalikan ke semula.

Memang, waktu pekerjaannya membutuhkan waktu lama karena saat ini baru 8 hektar yang sudah bebas. Hal ini disebabkan karena menunggu selesainya pembangunan rumah susun. Dengan demikian, sekitar 7.000 warga yang masih menempati 12 hektar Waduk Pluit nantinya secara bertahap akan dipindah ke rusun sehingga Waduk Pluit secara utuh akan kembali ke semula.

Kedalaman waduk juga akan dikembalikan menjadi 10 meter sehingga menampung 17 juta meter kubik air yang berasal dari Kali Ciliwung di Gajah Mada, Kali Cideng, dan Kali Angke.

Jika hal itu sudah terealisasi sangat memungkinkan airnya bisa diolah menjadi air bersih untuk kebutuhan warga. Waduk tersebut kelak bisa difungsikan sebagai penunjang aktivitas warga seperti olahraga, sarana rekreasi alam dan lainnya.

Saya berharap Waduk Pluit setelah normalisasi akan kembali seperti 25 tahun lalu, yakni waduk yang asri, dengan air berlimpah dan jernih tanpa sampah. Tentu saja ini akan terwujud jika semua pihak mendukung upaya Pemerintah DKI menormalisasikan waduk-waduk di Jakarta, khususnya Waduk Pluit. (Ir Heryanto, Koordinator Normalisasi Waduk Pluit)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.