Kompas.com - 14/06/2013, 13:00 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap agar pihak mal secara bertahap dapat menghilangkan kebiasaan mereka untuk menggunakan kantong plastik. Menurut Basuki, di negara-negara maju, saat ini sudah menggunakan kantong daur ulang dan meninggalkan plastik sebagai keperluan mereka. Untuk dapat menggunakan plastik, warga dikenakan biaya tinggi oleh pemerintah tersebut.

"Iya, kan kalau di negara-negara maju, orang kalau mau pakai plastik itu harus bayar. Sehingga orang-orang sudah bawa kantong dari rumah dan tidak lagi pakai plastik," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, uji coba penggunaan kantong daur ulang di mal akan dijalankan selama satu bulan. Jika dinilai berhasil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan kebijakan yang sama di tempat-tempat perdagangan lainnya, termasuk pasar tradisional di DKI Jakarta.

"Kita harus mulai biasakan secara bertahap. Kenapa mal dulu yang dipilih? Karena mereka gampang untuk kita kontrol dulu," kata Basuki.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengeluarkan surat edaran Nomor 6 Tahun 2013. Surat tertanggal 3 Juni 2013 itu berisi larangan penggunaan kantong plastik dan imbauan menggunakan kantong daur ulang kepada pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta.

Meski kebijakan itu ditanggapi positif, pengelola pusat perbelanjaan menyarankan agar kebijakan yang sama juga diterapkan di pasar tradisional. Mereka menganggap pasar tradisional adalah penyumbang sampah plastik yang cukup besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.