Dikenai Pasal Pembunuhan, Vonis Pengemudi "Livina Maut" Diperberat

Kompas.com - 17/06/2013, 19:19 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Andhika Pradipta Bayo (27), terdakwa kasus kecelakaan mobil Nissan Grand Livina B 1796 KFL di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, pada akhir Desember 2012, dianggap dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Hukumannya diperberat dari tuntutan jaksa.

Dari vonis yang dijatuhkan Hakim Ketua Matheus Samiaji, pelaku tabrakan yang menyebabkan dua orang tewas dan lima lainnya luka-luka itu masih memikirkan untuk menempuh banding. Kuasa Hukum Andhika, Hidayat Bostam, belum memastikan untuk memutuskan banding atas vonis majelis hakim.

"Kami masih berembuk, apakah banding. Tadi Andhika bilang masih pikir-pikir, kan masih ada waktu 7 hari," ujar Hidayat kepada wartawan seusai sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/6/2013) petang.

Hidayat mengaku terkejut dengan adanya Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang masuk dalam penilaian hakim. Pasal itu di luar dakwaan jaksa penuntut umum. Hal ini yang memberatkan vonis untuk Andhika dibandingkan dengan tutuntan 2 tahun penjara oleh jaksa.

"Kami kaget tuntutan 2 tahun jadi 3 tahun karena ada Pasal 338 itu. Kami sebagai kuasa hukum merasa keberatan," ujar Hidayat.

Sebelumnya, Matheus Samiaji selaku hakim ketua yang memimpin persidangan mengatakan bahwa Andhika terbukti bersalah dan menjatuhkan vonis 3 tahun. Hakim menilai Andhika memenuhi pelanggaran Pasal 338 KUHP karena perbuatannya dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain.

"Jika tidak terima putusan ini, boleh menolak dengan mengajukan banding. Tujuh hari kalau tidak dipanggil, lewat, berarti menerima putusan itu," ujar Matheus di persidangan.

Kecelakaan yang melibatkan Andhika terjadi di Jalan Ampera pada 27 Desember 2012 sekitar pukul 00.30 WIB. Mobil yang dikendarai Andhika menyerempet mobil Daihatsu Taruna B 8162 RR sehingga Andhika dikejar oleh pengemudi Taruna. Andhika berusaha menghindar hingga akhirnya menabrak sejumlah motor, gerobak pecel lele, serta tujuh orang di dekat gerobak. Dua orang tewas dalam kejadian tersebut.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa menuntut Andhika dengan empat dakwaan. Andhika didakwa atas empat pasal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni Pasal 311 Ayat 5, Pasal 229 Ayat 4, Pasal 229 Ayat 2, dan Pasal 231 Ayat 1 huruf a, b, dan c.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

    30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

    Megapolitan
    Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

    Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

    Megapolitan
    Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

    Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

    Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

    Megapolitan
    Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

    Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

    Megapolitan
    Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

    Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

    Megapolitan
    Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

    Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

    Megapolitan
    Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

    Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

    Megapolitan
    Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

    Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

    Megapolitan
    Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

    Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

    Megapolitan
    Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

    Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

    Megapolitan
    Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

    Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

    Megapolitan
    Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

    Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

    Megapolitan
    Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

    Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

    Megapolitan
    Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

    Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X