Kompas.com - 17/06/2013, 22:15 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat paripurna untuk mengesahkan RAPBN-P 2013 pada Senin (17/6/2013) malam akhirnya ditempuh melalui mekanisme voting. Hasilnya, sebanyak 65 persen anggota Dewan yang hadir menyetujui RAPBN-P 2013 yang berisi dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Berikut hasil voting yang dilakukan secara terbuka:
Hanura : 14 orang menolak, 0 menerima
Gerindra: 26 orang menolak, 0 menerima
PKB: 23 orang menerima, 0 menolak
PPP: 34 orang menerima, 0 menolak
PAN: 40 orang menerima, 0 menolak
PKS: 51 orang menolak, 0 menerima
PDI Perjuangan: 91 orang menolak, 0 menerima
Golkar: 98 orang menerima, 0 menolak
Demokrat: 143 orang menerima, 0 menolak

Jumlah yang menerima 338 anggota, sementara yang menolak 181 anggota. Dengan hasil voting ini, RAPBN-P 2013 akhirnya disahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jokowi Dialog dengan Mega soal Calon Kepala Otorita IKN, Singgung Nama Ahok

    Jokowi Dialog dengan Mega soal Calon Kepala Otorita IKN, Singgung Nama Ahok

    Nasional
    Besok, Polisi Periksa Edy Mulyadi sebagai Saksi Kasus Ujaran Kebencian

    Besok, Polisi Periksa Edy Mulyadi sebagai Saksi Kasus Ujaran Kebencian

    Nasional
    3 Prajurit Gugur Ditembak KKB, Mabes TNI AD Sampaikan Belasungkawa

    3 Prajurit Gugur Ditembak KKB, Mabes TNI AD Sampaikan Belasungkawa

    Nasional
    KPU Akan Pertimbangkan Perpendek Masa Kampanye Pemilu 2024

    KPU Akan Pertimbangkan Perpendek Masa Kampanye Pemilu 2024

    Nasional
    Wapres Tegaskan Keberlanjutan PTM 100 Persen Bergantung Level PPKM

    Wapres Tegaskan Keberlanjutan PTM 100 Persen Bergantung Level PPKM

    Nasional
    KSAD Akan Pimpin Upacara Pemakaman Serda Rizal yang Gugur di Papua

    KSAD Akan Pimpin Upacara Pemakaman Serda Rizal yang Gugur di Papua

    Nasional
    KPK Bakal Telusuri Pembelian Mini Cooper Bupati Nonaktif Langkat untuk Anaknya

    KPK Bakal Telusuri Pembelian Mini Cooper Bupati Nonaktif Langkat untuk Anaknya

    Nasional
    Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Wapres: Testing-Tracing Kita Lakukan Lebih Cepat

    Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Wapres: Testing-Tracing Kita Lakukan Lebih Cepat

    Nasional
    Polri Periksa 38 Saksi Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

    Polri Periksa 38 Saksi Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

    Nasional
    Jerat Korupsi Miliaran Rupiah Pejabat Ditjen Pajak, Aliran Uang sampai Pramugari Siwi Widi

    Jerat Korupsi Miliaran Rupiah Pejabat Ditjen Pajak, Aliran Uang sampai Pramugari Siwi Widi

    Nasional
    KPK Tak Lagi Gunakan Istilah OTT, MAKI: Yang Penting Tangkap 'Kakap' Bukan 'Teri'

    KPK Tak Lagi Gunakan Istilah OTT, MAKI: Yang Penting Tangkap "Kakap" Bukan "Teri"

    Nasional
    Nadiem dan Menteri Pendidikan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Pendidikan

    Nadiem dan Menteri Pendidikan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Pendidikan

    Nasional
    Wapres: Masyarakat Harus Nikmati Buah Perkembangan Ekonomi Digital

    Wapres: Masyarakat Harus Nikmati Buah Perkembangan Ekonomi Digital

    Nasional
    Ketika Mahfud MD Sampaikan Kesulitan Pembuktian Kasus Pelanggaran HAM Berat

    Ketika Mahfud MD Sampaikan Kesulitan Pembuktian Kasus Pelanggaran HAM Berat

    Nasional
    2 KRI Dijual, Prabowo: Kita Akan Punya 50 Kapal Perang pada 2024

    2 KRI Dijual, Prabowo: Kita Akan Punya 50 Kapal Perang pada 2024

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.