Kompas.com - 03/09/2013, 14:54 WIB
Petugas keamanan melakukan penjagaan dan memeriksa setiap pengunjung di Gedung MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2013). Penjagaan dilakukan terkait aksi demonstrasi massa yang menolak penyelenggaraan kontes Miss Word 2013. KOMPAS.com/ZICO NURRASHIDPetugas keamanan melakukan penjagaan dan memeriksa setiap pengunjung di Gedung MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2013). Penjagaan dilakukan terkait aksi demonstrasi massa yang menolak penyelenggaraan kontes Miss Word 2013.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Gedung MNC Tower di Jalan Srikaya I, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mendapat penjagaan ketat, Selasa (3/9/2013). Pengamanan ekstra ini dilakukan terkait rencana unjuk rasa Forum Umat Islam yang menolak digelarnya kontes Miss World 2013 di Indonesia.

Pantauan Kompas.com, Selasa siang, sekitar sepuluh orang petugas satpam berjaga tepat di depan pintu masuk utama gedung tersebut. Satpam tersebut menggeledah semua mobil yang hendak masuk melalui jalur itu, tepat di tempat pengambilan karcis masuk.

Sementara itu ,sekitar 50 meter di samping pintu utama, terdapat pintu yang digunakan untuk keluar masuk bagi pejalan kaki. Tidak semua orang diperbolehkan masuk melalui pintu-pintu tersebut. Satpam yang berjaga secara tegas menanyakan keperluan setiap orang yang ingin masuk. "Tidak boleh masuk kalau tidak ada kepentingan. Ini sudah arahan dari pimpinan," ujar Kismanto, salah seorang satpam di MNC Tower, Selasa (3/9/2013).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol mengatakan, sedikitnya 150 petugas Polres Jakarta Pusat disiagakan di sekitar gedung tersebut. Ada tiga truk polisi ditempatkan di lobi utama gedung MNC. "Itu pengamanan dari mereka long march sampai MNC Tower," ujarnya ketika dihubungi, Selasa siang.

Massa FUI berencana akan melakukan aksi unjuk rasa menentang digelarnya ajang Miss World 2013. Mereka akan mengawali aksi dengan melakukan long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju MNC Tower.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.