Kompas.com - 09/05/2014, 05:01 WIB
PT Indonesia Servant Service (ISS) merupakan perusahaan yang menyediakan jasa cleaning service di Jakarta International School (JIS), Rabu (7/5/2014). KOMPAS.COM/YOHANES DEBRITHO NEONNUBPT Indonesia Servant Service (ISS) merupakan perusahaan yang menyediakan jasa cleaning service di Jakarta International School (JIS), Rabu (7/5/2014).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian telah mengantongi hasil tes visum 28 orang karyawan alih daya (outsourcing) sekolah internasional JIS. Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, terbukti 13 orang terjangkit virus herpes.

"Penyidik berencana memanggil karyawan outsourcing terkait hasil visum. Sudah ada 13 orang yang kami periksa yang terjangkit virus herpes," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/5/2014).

Pemanggilan tersebut, lanjut Rikwanto, untuk mendalami pemeriksaan kepada para karyawan. Mereka juga akan ditanyai soal interaksi dengan para murid di sekolah internasional tersebut.
"Apakah di antara mereka pernah melakukan pelecehan seksual dan bibit penyakit itu kira-kira berasal dari mana," kata Rikwanto.

Dengan bukti mengidap herpes, sambung Rikwanto, tidak tertutup kemungkinan di antara 13 pegawai ini akan menjadi tersangka baru dalam kasus ini. Sampai saat ini, kepolisian menetapkan lima orang sebagai tersangka kejahatan seksual yang terjadi di toilet TK JIS.

Lima tersangka itu adalah petugas kebersihan alih daya di sekolah tersebut. Rikwanto mengatakan, setiap hari penyidik memeriksa para tersangka untuk didalami pengakuannya. Seperti diberitakan, AK (6), siswa TK JIS, menjadi korban kejahatan seksual di toilet sekolah.

Berdasarkan pemeriksaan medis, AK menderita herpes akibat kejahatan tersebut. Polisi pun melakukan visum terhadap 28 orang pekerja alih daya sekolah pada Senin (21/4/2014) untuk mencari kemungkinan tersangka lain. Pemeriksaan dilakukan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, meliputi cek darah, urine, fisik, dan laboratorium.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Megapolitan
Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Megapolitan
Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Megapolitan
Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki 'Begal' oleh Pemuda Mabuk

Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki "Begal" oleh Pemuda Mabuk

Megapolitan
Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Megapolitan
Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Megapolitan
Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Megapolitan
Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Megapolitan
4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Megapolitan
Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Megapolitan
Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.