Kompas.com - 20/01/2015, 14:12 WIB
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah oknum di lingkungan Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta diduga mencari celah untuk memasukkan anggaran siluman. Temuan terakhir, ada Rp 8,8 triliun yang disusupkan lewat sejumlah satuan kerja, antara lain sosialisasi surat keputusan gubernur sebesar Rp 46 miliar. Namun, sistem penganggaran elektronik mampu mendeteksi kecurangan itu.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkap temuan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 itu akhir pekan lalu. Dana Rp 8,8 triliun itu merupakan akumulasi pokok pikiran (program usulan) DPRD kepada satuan-satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Pada Senin (19/1/2015) pagi, Basuki mengundang sejumlah pejabat DPRD DKI Jakarta untuk hadir di Balai Kota Jakarta membahas persoalan itu. Hadir, antara lain, Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi dan Wakil Ketua DPRD Triwisaksana. Basuki mengklarifikasi soal temuan tersebut.

Basuki menegaskan tidak akan lagi menganggarkan kegiatan atau pengadaan barang yang tak jelas tujuan dan manfaatnya. ”Sebenarnya semua mendukung (seleksi anggaran) ini. Tak ada lagi yang aneh-aneh, dan semua bisa diawasi lewat e-budgeting. Banyak yang mendukung sistem ini,” ujarnya.

Menurut Basuki, ada oknum yang memasukkan sosialisasi, pembinaan, pengawasan teknis, dan kegiatan serupa dalam RAPBD 2015. Pelakunya bisa jadi dari DPRD, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, SKPD, atau konspirasi sejumlah orang di lembaga itu.

Dengan penganggaran elektronik (e-budgeting), usulan ”siluman” itu sebenarnya bisa ditelusuri siapa yang mengajukan dan memasukkan data. Sebab, sistem mensyaratkan nama dan kode kunci untuk mengaksesnya. Namun, kata Basuki, tidak ada yang mengakuinya. Basuki pun mencoret usulan-usulan itu sebelum sidang paripurna di DPRD DKI Jakarta Jumat pekan lalu. Sidang akhirnya batal tanpa sebab jelas.

Klarifikasi

Prasetyo mengatakan, pihaknya datang untuk mengklarifikasi hal itu. ”Kami ingin menganggap (usulan Rp 8,8 triliun) itu tidak ada. Dari mana itu? Padahal, kami belum mengisikannya. Sebenarnya tak ada masalah, kecuali komunikasi yang kurang. Besok kami agendakan paripurna,” ujarnya.

Selain DPRD DKI Jakarta, Basuki juga mengundang tim anggaran pemerintah daerah pada rapat itu. Dia berharap penyusunan anggaran lebih intensif dan segera rampung. Pengesahan APBD 2015 ditargetkan akhir Januari 2015.

Menurut Prasetyo, tidak ada oknum DPRD yang sengaja mengusulkan kegiatan yang tidak logis. ”Kita yang 106 (jumlah anggota DPRD) tidak ada masalah. Masalahnya hanya kesalahpahaman,” ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Depok Targetkan 11.127 Nakes Bakal Terima Booster Kedua

Dinkes Depok Targetkan 11.127 Nakes Bakal Terima Booster Kedua

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Jual Saham PT Delta Djakarta, Wagub: Prosesnya Tidak Bisa Sepihak

Pemprov DKI Belum Jual Saham PT Delta Djakarta, Wagub: Prosesnya Tidak Bisa Sepihak

Megapolitan
Remaja Komplotan Begal Ditangkap di Jakut, Ini Modus Operandinya

Remaja Komplotan Begal Ditangkap di Jakut, Ini Modus Operandinya

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Mulai Proses Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat

Pemprov DKI Belum Mulai Proses Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat

Megapolitan
Ditetapkan sebagai Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Ditetapkan sebagai Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Megapolitan
Polisi Sita 6 Barang dari Rumah Mertua Irjen Ferdy Sambo di Jalan Bangka

Polisi Sita 6 Barang dari Rumah Mertua Irjen Ferdy Sambo di Jalan Bangka

Megapolitan
Truk Sampah Pemkot Bekasi Tabrakan dengan Pengendara Motor, Satu Orang Meninggal

Truk Sampah Pemkot Bekasi Tabrakan dengan Pengendara Motor, Satu Orang Meninggal

Megapolitan
Penganiaya Santri hingga Tewas di Pondok Pesantren Tangerang Ditahan di Sel Anak

Penganiaya Santri hingga Tewas di Pondok Pesantren Tangerang Ditahan di Sel Anak

Megapolitan
4 Jam Berlalu, Personel Brimob Masih Berada di Rumah Irjen Ferdy Sambo

4 Jam Berlalu, Personel Brimob Masih Berada di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Megapolitan
Viral Video Penumpang LRT Dikejar Zombie seperti Adegan 'Train to Busan', Ini Penjelasannya

Viral Video Penumpang LRT Dikejar Zombie seperti Adegan "Train to Busan", Ini Penjelasannya

Megapolitan
Polisi Datangi Kebun Raya Bogor, Selidiki Tanaman Bahan Pembuat Kokain yang Dikirim ke Luar Negeri

Polisi Datangi Kebun Raya Bogor, Selidiki Tanaman Bahan Pembuat Kokain yang Dikirim ke Luar Negeri

Megapolitan
Antisipasi Rob di Pesisir Jakarta, BPBD DKI Siagakan Petugas dan Logistik hingga Akhir Pekan

Antisipasi Rob di Pesisir Jakarta, BPBD DKI Siagakan Petugas dan Logistik hingga Akhir Pekan

Megapolitan
Tangkap Pengedar Kokain di Bandung, Polda Metro Selidiki Dugaan Adanya Kebun Pohon Koka

Tangkap Pengedar Kokain di Bandung, Polda Metro Selidiki Dugaan Adanya Kebun Pohon Koka

Megapolitan
Pemprov DKI akan Dampingi Perempuan yang Dianaya Petugas PPSU di Bangka Jaksel

Pemprov DKI akan Dampingi Perempuan yang Dianaya Petugas PPSU di Bangka Jaksel

Megapolitan
Rekonstruksi Pembunuhan Terapis Wanita di Hotel Kawasan Senen, 54 Adegan Reka Ulang Diperagakan

Rekonstruksi Pembunuhan Terapis Wanita di Hotel Kawasan Senen, 54 Adegan Reka Ulang Diperagakan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.