Antisipasi Uang Palsu, Jasa Penukaran Uang di Jalan Akan Diperiksa

Kompas.com - 02/07/2015, 15:08 WIB
Ilustrasi: Polres Banyuwangi menyita sebanyak 30 lembar uang palsu Rp 100.000 dari kantong pengedar uang palsu, Selasa (22/1/2013). Kompas/Siwi Yunita CahyaningrumIlustrasi: Polres Banyuwangi menyita sebanyak 30 lembar uang palsu Rp 100.000 dari kantong pengedar uang palsu, Selasa (22/1/2013).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Mendekati Hari Raya Idul Fitri, bisnis jasa penukaran uang di jalan kembali menggeliat. Namun, seiring ditemukannya sejumlah kasus uang palsu di wilayah hukum Polda Metro Jaya, jasa penukaran uang tersebut akan diperiksa.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal mengatakan, kepolisian telah melakukan mapping titik-titik jasa penukaran uang itu di wilayah hukumnya. Sehingga pengecekan juga akan dilakukan di titik-titik tersebut.

"Kami sudah tahu titik-titik (jasa penukaran uang) nya, makanya nanti kami sambil melakukan pengecekan. Itu uang asli atau uang palsu," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/7/2015).

Polisi, kata Iqbal, juga akan memaksimalkan penegakan hukum terkait uang palsu. Hal ini dibuktikan beberapa pengungkapan kasus uang palsu beberapa waktu belakangan.

"Jadi pelakunya tahu polisi mengincar mereka," ujar dia. Iqbal menegaskan, kepolisian juga masih melakukan penyelidikan mendalam terkait jaringan pelaku produksi dan penyebar uang palsu. [Baca: Jelang Lebaran, Waspada Tukar Uang di Jalan]

Hal ini untuk mengungkap otak di balik beredarnya uang palsu di wilayahnya. Menurut Iqbal, kepolisian juga melakukan kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mengecek uang yang beredar.

Kepolisian mengimbau kepada BI untuk menyampaikan kewaspadaan tersebut kepada bank-bank yang berada di bawahnya, serta menyeleksi penukar uang di bank.

Dari sisi konsumen, polisi juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan soal uang. "Menjelang Lebaran biasanya kebutuhan uang meningkat sehingga rawan kejahatan. Makanya kami mengimbau kepada masyarakat agar betul-betul meningkatkan kewaspadaan terhadap uang," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

409 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang, Berikut Sebaran Wilayahnya

409 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang, Berikut Sebaran Wilayahnya

Megapolitan
613 Pengemudi Ojek di Jakarta Selatan Langgar PSBB

613 Pengemudi Ojek di Jakarta Selatan Langgar PSBB

Megapolitan
Pantau Langsung Operasi Yustisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Pantau Langsung Operasi Yustisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Megapolitan
Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Megapolitan
Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Megapolitan
Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Megapolitan
Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Megapolitan
PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

Megapolitan
Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Megapolitan
3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X