Kompas.com - 02/06/2016, 18:45 WIB
Ratusan warga tampak penasaran dan datang untuk melihat rumah dan warung A, saksi potensial dalam kasus pembunuhan PNF (9), bocah yang ditemukan dalam kardus, di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/10/2015). KOMPAS.COM/NURSITA SARIRatusan warga tampak penasaran dan datang untuk melihat rumah dan warung A, saksi potensial dalam kasus pembunuhan PNF (9), bocah yang ditemukan dalam kardus, di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/10/2015).
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Jakarta Barat menggelar sidang perdana terhadap Agus Darmawan (39), terdakwa pembunuh PNF (9) atau bocah dalam kardus,  pada Kamis (2/6/2016) sore. Sidang perdana beragenda pembacaan dakwaan itu digelar tertutup.

"Tadi sudah dibacakan dakwaannya menurut jaksa penuntut umumnya. Tadi sudah konfirmasi katanya sudah dibacakan," ujar Dolfie Rompas, penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) PN Jakarta Barat yang ditunjuk untuk mendampingi terdakwa di PN Jakarta Barat.

Rompas sendiri tidak mengikuti sidang tersebut karena sebelumnya sempat ada kabar sidang itu akan ditunda.

"Makanya tadi kami sempat koordinasi dengan JPU untuk memastikan yang mendampingi terdakwa tadi itu siapa. Kalau memang tidak ada penunjukkan secara pribadi, karena ini hukumannya di atas lima tahun, seharusnya diberikan kepada pos bantuan hukum yang ada di pengadilan untuk mendampingi," kata dia.

Sidang yang digelar tertutup itu tidak diketahui oleh wartawan yang telah menunggu persidangan tersebut. Penasihat hukum dari Posbakum lainnya, Zamhar M Zen menyatakan, tim penasihat terdakwa belum mengetahui isi dakwaan yang dibacakan dalam sidang itu.

"Kami belum tahu karena sidang pertama itu kami tidak mendampingi," ucap Zamhar.

Namun, kata dia, untuk sidang selanjutnya, tim penasihat hukum dari Posbakum akan mendampingi terdakwa.

"Kemungkinan untuk sidang selanjutnya kami akan mendampingi terdakwa dengan dasar penetapan atau penunjukan dari hakim yang disetujui oleh terdakwa," tutur dia.

Setelah pembacaan dakwaan, persidangan rencananya dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

"Minggu depan itu pemeriksaan saksi," kata Zamhar.

Tim penasihat hukum dari Posbakum yang akan mendampingi terdakwa yakni Dolfie Rompas, Zamhar M Zen, Erros, dan Hanoch Pangemanan.

Kasus PNF berawal dari penemuan sesosok mayat di dalam kardus di Jalan Sahabat, Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, pada 2 Oktober 2015. Awalnya, saksi mata curiga dengan sebuah kardus yang dibuang di pinggir jalan. Belakangan diketahui, isi kardus tersebut adalah seorang bocah perempuan yang diikat dan dilakban dengan kondisi mengenaskan agar bisa muat dalam kardus itu.

Kompas TV Tersangka Pembunuh Bocah dalam Kardus Residivis Narkoba
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalang Bom Bali I Zulkarnaen Divonis 15 Tahun Penjara

Dalang Bom Bali I Zulkarnaen Divonis 15 Tahun Penjara

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Semakin Meluas Rabu Sore, Ribuan Jiwa Mengungsi

Titik Banjir di Jakarta Semakin Meluas Rabu Sore, Ribuan Jiwa Mengungsi

Megapolitan
Polisi Masih Cari Barang Bukti Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Masih Cari Barang Bukti Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Krukut Akan Dites PCR Dua Kali Setelah Isolasi Mandiri 2 Pekan

Pasien Covid-19 di Krukut Akan Dites PCR Dua Kali Setelah Isolasi Mandiri 2 Pekan

Megapolitan
Warga Sebut Keberadaan Sumur Resapan di Lebak Bulus Tak Efektif Atasi Banjir

Warga Sebut Keberadaan Sumur Resapan di Lebak Bulus Tak Efektif Atasi Banjir

Megapolitan
Polisi Selidiki Pungli oleh Ormas di Tempat Wisata Jaletreng Tangsel

Polisi Selidiki Pungli oleh Ormas di Tempat Wisata Jaletreng Tangsel

Megapolitan
Wagub DKI Ancam Sanksi Kantor yang Tak Patuh Terapkan WFO 50 Persen

Wagub DKI Ancam Sanksi Kantor yang Tak Patuh Terapkan WFO 50 Persen

Megapolitan
Warga Tegal Alur Masih Terjebak Banjir di Rumah karena Belum Dapat Arahan Mengungsi

Warga Tegal Alur Masih Terjebak Banjir di Rumah karena Belum Dapat Arahan Mengungsi

Megapolitan
Apindo Dinilai Tak Perlu Gugat Anies, Kadin DKI Sebut Pengusaha Bisa Naikkan UMP 0,85 Persen

Apindo Dinilai Tak Perlu Gugat Anies, Kadin DKI Sebut Pengusaha Bisa Naikkan UMP 0,85 Persen

Megapolitan
Cerita Warga Datangi Banyak Minimarket demi Berburu Minyak Goreng Rp 14.000 tapi Selalu Kehabisan

Cerita Warga Datangi Banyak Minimarket demi Berburu Minyak Goreng Rp 14.000 tapi Selalu Kehabisan

Megapolitan
Dalam Tiga Hari, Polda Metro Jaya Tilang 124 Mobil Berpelat Khusus RF

Dalam Tiga Hari, Polda Metro Jaya Tilang 124 Mobil Berpelat Khusus RF

Megapolitan
Kala Anies Klaim Banjir Cepat Surut di Saat Titik Banjir Semakin Bertambah...

Kala Anies Klaim Banjir Cepat Surut di Saat Titik Banjir Semakin Bertambah...

Megapolitan
Polda Metro Jaya Diminta Gelar Street Race untuk Pembalap Mobil Liar

Polda Metro Jaya Diminta Gelar Street Race untuk Pembalap Mobil Liar

Megapolitan
Ayu Thalia Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik terhadap Nicholas Sean Purnama

Ayu Thalia Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik terhadap Nicholas Sean Purnama

Megapolitan
Anies Klaim Banjir di Jakarta Cepat Surut, Faktanya Banjir Meluas dan Ratusan Orang Mengungsi

Anies Klaim Banjir di Jakarta Cepat Surut, Faktanya Banjir Meluas dan Ratusan Orang Mengungsi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.