Kompas.com - 11/11/2016, 10:55 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berada di rumahnya, di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaCalon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berada di rumahnya, di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tak mempermasalahkan elektabilitasnya yang semakin menurun.

Terakhir, berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), elektabilitas pasangan petahana Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sejak 31 Oktober hingga 5 November hanya 24,6 persen.

Sedangkan pasangan calon nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni elektabilitasnya sebesar 20,9 persen. Kemudian pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno mendapatkan elektabilitas sebesar 20 persen.

Menanggapi hal itu, Ahok menyebut bahwa LSI kerap berpihak pada pasangan calon pesaingnya. Hal ini sudah terjadi sejak ia mengikuti kontestasi Pilkada Bangka Belitung 2007 lalu. Ahok kalah dari pesaingnya, Eko Maulana Ali.

"Dari dulu dia (LSI) begitu," kata Ahok, di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Jumat (11/11/2016).

Selain itu, Ahok juga menyinggung pendiri LSI, Denny Januar Ali. Dia menyebut, saat Pilkada Babel, hasil survei LSI kerap memenangkan elektabilitas Eko Maulana Ali.

Kondisinya, sama seperti Pilkada DKI Jakarta 2017 ini. Di mana, berdasarkan hasil survei LSI, elektabilitas dirinya terus merosot.

"Waktu saya kalah (di Pilkada Babel), saya bilang satu kalimat gini, 'tidak usah terlalu senang sebelum ada bunyi empat paku di atas peti mati. Kamu jangan mengklaim kamu hebat'. Akhirnya apa? Yang dibela Denny JA, Eko Maulana Ali itu sudah almarhum sekarang. Saya masih Gubernur DKI," kata Ahok.

Ahok maju Pilkada DKI Jakarta 2017 berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Mereka diusung oleh empat partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar.

Kompas TV Beda Lembaga Survei, Beda Angka Elektabilitas?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMAN 2 Depok Siap Gelar PTM 100 Persen Pekan Depan, tapi Masih Tunggu Perwal

SMAN 2 Depok Siap Gelar PTM 100 Persen Pekan Depan, tapi Masih Tunggu Perwal

Megapolitan
Jakpro Sebut Kampung Susun Bayam Akan Ditempati Pekerja JIS, Bagaimana Nasib Warga Terdampak?

Jakpro Sebut Kampung Susun Bayam Akan Ditempati Pekerja JIS, Bagaimana Nasib Warga Terdampak?

Megapolitan
Dua Motor 'Adu Banteng' di Jalan Raya Pulogebang, Kedua Pengendara Tewas di Tempat

Dua Motor "Adu Banteng" di Jalan Raya Pulogebang, Kedua Pengendara Tewas di Tempat

Megapolitan
Selebgram Medina Zein Berencana Ajukan Praperadilan Terkait Status Tersangka Pencemaran Nama Baik

Selebgram Medina Zein Berencana Ajukan Praperadilan Terkait Status Tersangka Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Sekolah Cerminan Merebaknya Penularan di Masyarakat

Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Sekolah Cerminan Merebaknya Penularan di Masyarakat

Megapolitan
Tiga Kapal Nelayan di Muara Angke Hangus Terbakar

Tiga Kapal Nelayan di Muara Angke Hangus Terbakar

Megapolitan
UPDATE Lonjakan Kasus Aktif Covid-19: Saat Natal Masih 337, Kini Ada 3.816 Kasus

UPDATE Lonjakan Kasus Aktif Covid-19: Saat Natal Masih 337, Kini Ada 3.816 Kasus

Megapolitan
Unggahan Viral, Bocah Penyandang Autisme di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Ditangkap

Unggahan Viral, Bocah Penyandang Autisme di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Terkait Masalah Banjir di Pondok Bambu Kini Dibongkar

Tembok Bentuk Protes Warga Terkait Masalah Banjir di Pondok Bambu Kini Dibongkar

Megapolitan
Wajah Baru Jakarta dan New Urban Agenda

Wajah Baru Jakarta dan New Urban Agenda

Megapolitan
Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal dengan Luka Lebam, Kompolnas: Usut Tuntas jika Ada Penganiayaan

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal dengan Luka Lebam, Kompolnas: Usut Tuntas jika Ada Penganiayaan

Megapolitan
Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara, Diduga Dikeroyok 6 Orang dan Ditusuk

Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara, Diduga Dikeroyok 6 Orang dan Ditusuk

Megapolitan
Update Klaster Covid-19 Krukut: Warga Terpapar Jadi 89 Orang, Sebagian Tunggu Panggilan Wisma Atlet

Update Klaster Covid-19 Krukut: Warga Terpapar Jadi 89 Orang, Sebagian Tunggu Panggilan Wisma Atlet

Megapolitan
Kata Gubernur Anies soal Aksi Panggung Nidji di JIS Tanpa Giring Ganesha

Kata Gubernur Anies soal Aksi Panggung Nidji di JIS Tanpa Giring Ganesha

Megapolitan
Gempa Besar Guncang Jakarta, Ancaman Megathrust Selat Sunda Jadi Nyata

Gempa Besar Guncang Jakarta, Ancaman Megathrust Selat Sunda Jadi Nyata

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.