Kompas.com - 17/11/2016, 17:26 WIB
Sejumlah metromini mulai memadati kawasan Terminal Blok M, Jakarta pada Selasa (22/12/2015) Dian Ardiahanni/Kompas.comSejumlah metromini mulai memadati kawasan Terminal Blok M, Jakarta pada Selasa (22/12/2015)
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, optimis bisa mengintegrasikan metromini dengan transjakarta. Dia mengklaim punya solusi untuk integrasi ini.

"Saya mau integrasikan metromini ke transjakarta, dan mereka sepakat," kata Sandiaga disela acara kampanyenya di lapangan futsal di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (17/11/2016).

Integrasi metromini ke Transjakarta selama ini belum dapat direalisasikan. Sandiaga mengaku sudah bertemu para pemilik metromini di Pulogebang. Para pemilik itu sepakat bergabung dengan syarat diberi solusi. Salah satunya, para pemilik metromini mengeluhkan biaya beli bus baru jika bergabung ke transjakarta.

Itu yang membuat mereka belum dapat integrasi dengan transjakarta.

"Selama ini solusi yang dikasih, berkaitan dengan jumlah uang yang harus disetorkan untuk mendapatkan kendaraan baru, belum bisa diterima oleh mereka," kata Sandiaga.

Politisi Partai Gerindra itu menilai, pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama telah gagal mengintegrasikan metromini. Penyebabnya, lanjut Sandiaga, masalah komunikasi.

"Mereka enggak nemuin pola komunikasi yang baik, kedua tawaran solusi yang diberikan itu enggak menyelesaikan. Malah memberatkan. Karena saya basisnya pengusaha, saya tahu apa yang bisa dilakukan," klaim Sandiaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sudah terintegrasi, Sandiaga ingin tidak ada lagi cerita metromini ugal-ugalan karena kejar setoran.

"Karena kalau dibiarkan seperti ini akan ugal-ugalan terus. Mereka ngejar storan dan sebagainya," kata Sandiaga.

Ia kemudian memperkenalkan pria bernama Bahar, yang mengaku pengusaha Metromini. Bahar membenarkan, untuk integrasi ke transjakarta, pengusaha metromini mesti rogoh kocek yang dalam.

"DP-nya terlalu mahal, Rp 150 juta. Harga mobil Rp 701 juta. Tapi yang diberikan kepada kami (nanti) hanya Rp 2,5 juta per bulan. Kalau diberikan Rp 2,5 juta per bulan, mending kita ngojek," ujar Bahar.

Bahar mengatakan, metromini mau untuk integrasi, sama seperti kopaja yang sudah lebih dulu.

"Metromini siap untuk revitalisasi, sesuai dengan yang diberikan ke kopaja," kata Bahar.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Begal Ojol di Bintaro Ditangkap, Pelaku Lain Masih Buron

4 Begal Ojol di Bintaro Ditangkap, Pelaku Lain Masih Buron

Megapolitan
LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

Megapolitan
Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Megapolitan
Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Megapolitan
Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Megapolitan
Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Megapolitan
Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Megapolitan
Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Megapolitan
GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

Megapolitan
Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.