"Semenjak Pak Ahok Turun, Langsung Sepi Isu Penggusuran"

Kompas.com - 08/02/2018, 21:47 WIB
Warga Waduk Pluit berlarian bergegas masuk ke Rusun Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, yang akan menjadi tempat tinggal mereka setelah digusur, Jumat (31/10/2014). Kompas.com/Desy SelvianyWarga Waduk Pluit berlarian bergegas masuk ke Rusun Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, yang akan menjadi tempat tinggal mereka setelah digusur, Jumat (31/10/2014).
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah warga RW 017, Muara Baru, Jakarta Utara, mengaku sudah lama tak mendengar wacana penggusuran permukiman mereka yang terletak di tepian Waduk Pluit bagian timur.

Sumini, warga setempat, menyebut, isu penggusuran perlahan menghilang setelah pergantian Kepala Daerah DKI Jakarta, Oktober lalu.

"Semenjak Pak Ahok turun, langsung sepi (isu penggusuran)," kata Sumini saat ditemui di Muara Baru, Kamis (8/2/2018).

Ia mengaku mendengar wacana penggusuran kampung tersebut. Berdasarkan informasi yang didengar Sumini, warga yang terkena penggusuran akan dipindahkan ke rumah susun, tetapi ketika itu rumah susunnya belum siap.

Baca juga: Ahok Kisahkan bahwa Anak Buahnya Dulu Ragu Dia Bisa Tertibkan Waduk Pluit

Supomo, warga lainnya, juga mengaku sudah tidak mendengar wacana penggusuran. Ia berharap agar warga tidak direlokasi ke rumah susun. "Sudahlah orang sudah tenang tinggal di sini, enggak usah dipindah-pindah," ujarnya.

Warga perkampungan tersebut umumnya menolak dipindahkan ke rusun. Salah satu warga, Supriha, tidak mau pindah ke rusun karena merasa lelah apabila mesti naik tangga.

"Sudahlah, enakan di sini. Capek kalau di rusun naik tangga, sudah tua juga saya," kata Supriha yang telah tinggal di Muara Baru sejak puluhan tahun lalu.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana merelokasi sejumlah warga ke rusun. Namun, wacana tersebut tertunda karena rusun-rusun tersebut belum siap dihuni.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Megapolitan
Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X