Penumpang Bercanda Bawa Bom, Penerbangan Lion Air Pekanbaru-Jakarta Ditunda

Kompas.com - 16/05/2018, 19:15 WIB
Ilustrasi pesawat Lion Air. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAIlustrasi pesawat Lion Air.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerbangan Lion Air JT 291 dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Selasa (16/5/2018) sempat ditunda.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihartono mengatakan, penerbangan tersebut ditunda akibat adanya penumpang yang bergurau membawa bom.

"Ada gurauan bom (bomb joke) dari seorang penumpang laki-laki berinisial DB. Ketika proses boarding, DB mengaku kepada salah satu awak kabin sebagai seorang teroris dan membawa bom dalam tas," kata Danang dalam keterangan tertulis. 

Baca juga: Mengaku Teroris, Calon Penumpang Lion Air Ditangkap


Danang menuturkan, penerbangan harus ditunda karena seluruh penumpang, kargo, dan barang bawaan harus diperiksa kembali di gedung terminal.

"Hasilnya tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan," ujarnya. 

Pesawat yang semula dijadwalkan berangkat pukul 13.35 akhirnya baru lepas landas pada pukul 15.54 dan mendarat dengan selamat di Cengkareng pada 17.22.

Baca juga: Bergurau soal Bom ke Awak Kabin, Seorang Penumpang dan Rombongannya Diturunkan Lion Air

DB beserta barang bawaannya diturunkan dari pesawat dan diserahkan kepada pihak berwajib untuk ditangani lebih lanjut.

Danang mengimbau warga tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau, atau mengaku membawa bom di bandara dan pesawat.

"Mengacu pada Pasal 437 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, semua yang terkait informasi bom, baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses, dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib," kata Danang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karena Korsleting Listrik, Lima Rumah di Ulujami Dilalap Api

Karena Korsleting Listrik, Lima Rumah di Ulujami Dilalap Api

Megapolitan
Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Megapolitan
Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Megapolitan
Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Megapolitan
TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

Megapolitan
Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Megapolitan
Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Megapolitan
Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Megapolitan
12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

Megapolitan
Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Megapolitan
Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Megapolitan
Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Megapolitan
Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X