Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam Takbiran, KRL Beroperasi Normal

Kompas.com - 14/06/2018, 15:54 WIB
David Oliver Purba,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama libur Lebaran, termasuk pada malam takbiran, kereta rel listrik (KRL) se-Jabodetabek akan beroperasi normal.

VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa mengatakan, ada 928 perjalanan KRL per hari dengan keberangkatan kereta pertama pada pukul 04.00 WIB dan keberangkatan kereta terakhir pada pukul 23.35.

"Pada malam takbiran pemeriksaan barang bawaan akan ditingkatkan, pengguna juga diimbau tidak membawa barang bawaan yang mudah terbakar seperti petasan, kembang api dan lainnya," kata Eva dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (14/6/2018).

Baca juga: PT KCI Upayakan Perjalanan KA Tak Ganggu Rangkaian KRL Jabodetabek

Untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan penumpang di sejumlah stasiun, PT KCI  melakukan penambahan fasilitas maupun petugas pelayanan dan keselamatan. Tambahan fasilitas dihadirkan dalam bentuk loket portabel dan penataan alur untuk keluar-masuk penumpang di stasiun.

Sementara dari sisi petugas, PT KCI menambah personel pengamanan, pelayanan, serta mendirikan posko angkutan lebaran.

Guna mempermudah transaksi tiket, PT KCI menyiapkan 233 unit vending machine, 192 loket manual, dan 38 loket portable yang disebar di 79 stasiun. Loket portable akan difungsikan di stasiun-stasiun yang berpotensi terjadi kenaikan jumlah penumpang, antara lain Stasiun Bogor, Bekasi, Jakarta, dan Rangkasbitung

"Di sejumlah stasiun padat penumpang, PT KCI juga menurunkan seluruh karyawannya yang bukan merupakan frontliner untuk ditugaskan secara bergantian mengikuti posko Lebaran guna membantu pelayanan di stasiun selama masa angkutan Lebaran ini sehingga apabila terjadi kepadatan di stasiun, petugas di lapangan dapat langsung mengatur alur penumpang," kata Eva.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Dalami Peran Belasan Saksi Dalam Kasus Tewasnya Taruna STIP yang Dianiaya Senior

Polisi Dalami Peran Belasan Saksi Dalam Kasus Tewasnya Taruna STIP yang Dianiaya Senior

Megapolitan
Kepada Kapolres Jaktim, Warga Klender Keluhkan Aksi Lempar Petasan dan Tawuran

Kepada Kapolres Jaktim, Warga Klender Keluhkan Aksi Lempar Petasan dan Tawuran

Megapolitan
Belasan Taruna Jadi Saksi dalam Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Junior STIP

Belasan Taruna Jadi Saksi dalam Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Junior STIP

Megapolitan
Polisi Tangkap Lebih dari 1 Orang Terkait Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel

Polisi Tangkap Lebih dari 1 Orang Terkait Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel

Megapolitan
RTH Tubagus Angke Dirapikan, Pedagang Minuman Harap Bisa Tetap Mangkal

RTH Tubagus Angke Dirapikan, Pedagang Minuman Harap Bisa Tetap Mangkal

Megapolitan
Prarekonstruksi Kasus Penganiayaan Taruna STIP Digelar hingga 4 Jam

Prarekonstruksi Kasus Penganiayaan Taruna STIP Digelar hingga 4 Jam

Megapolitan
Masih Bonyok, Maling Motor di Tebet Belum Bisa Diperiksa Polisi

Masih Bonyok, Maling Motor di Tebet Belum Bisa Diperiksa Polisi

Megapolitan
Cegah Prostitusi, RTH Tubagus Angke Kini Dipasangi Lampu Sorot

Cegah Prostitusi, RTH Tubagus Angke Kini Dipasangi Lampu Sorot

Megapolitan
Balita yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Matraman Tewas karena Terperosok dan Terbawa Arus

Balita yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Matraman Tewas karena Terperosok dan Terbawa Arus

Megapolitan
PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub Jakarta hingga 20 Mei 2024

PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub Jakarta hingga 20 Mei 2024

Megapolitan
Kuota Haji Kota Tangsel Capai 1.242 Jemaah, Pemberangkatan Dibagi 2 Gelombang

Kuota Haji Kota Tangsel Capai 1.242 Jemaah, Pemberangkatan Dibagi 2 Gelombang

Megapolitan
Paniknya Mahasiswa di Tangsel, Kontrakan Digeruduk Warga saat Sedang Beribadah

Paniknya Mahasiswa di Tangsel, Kontrakan Digeruduk Warga saat Sedang Beribadah

Megapolitan
Jasad Balita Tersangkut di Selokan Matraman, Orangtua Sempat Lapor Kehilangan

Jasad Balita Tersangkut di Selokan Matraman, Orangtua Sempat Lapor Kehilangan

Megapolitan
Jasad Balita di Matraman Ditemukan Warga Saat Bersihkan Selokan, Ternyata Sudah 3 Hari Hilang

Jasad Balita di Matraman Ditemukan Warga Saat Bersihkan Selokan, Ternyata Sudah 3 Hari Hilang

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa di Tangsel Bertikai dengan Warga Saat Beribadah

Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa di Tangsel Bertikai dengan Warga Saat Beribadah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com