Triwisaksana Sebut Kandidat Wagub dari PKS Pasti Jago dan Bisa Bujuk Gerindra

Kompas.com - 28/08/2018, 09:36 WIB
Penasihat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Senin (27/8/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Penasihat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Senin (27/8/2018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penasihat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan partainya pasti akan menyusun strategi dalam mengajukan dua kandidat wakil gubernur.

Pria yang akrab disapa Sani ini mengatakan kadidat wagub PKS pasti jago dan bisa meyakinkan Partai Gerindra untuk menyerahkan jabatan wagub.

"PKS akan memberikan kejutan. Pasti yang diajukan PKS itu kader yang jago, yang punya kemampuan melobi, menjelaskan visi misi dalam mendukung gubernur tuh bagaimana," ujar Sani ketika dihubungi, Selasa (28/8/2018).

Baca juga: Mencari Wakil Gubernur DKI Pengganti Sandiaga Tanpa Ribut-ribut...

Kader ini juga harus jago meyakinkan fraksi-fraksi partai lain di DPRD DKI Jakarta. Sebab proses pemilihannya nanti ada di forum rapat paripurna DPRD.

Jangan sampai paripurna tidak kunjung kuorum karena kandidat wagubnya tidak bisa berkomunikasi dengan baik.

Sani juga mengatakan internal PKS sendiri akan menyusun strategi. Termasuk dalam hal berkomunikasi dengan Fraksi Partai Gerindra.

"Pastinya sepakat kalau di internal PKS, tinggal mengomunikasikannya saja dengan Gerindra," ujar Sani.

Baca juga: Gerindra Tunggu Keppres Jokowi Sebelum Bahas Pengganti Sandiaga

Adapun, kata Sani, PKS punya tiga kriteria yang harus dipenuhi oleh kandidat wagub DKI. Pertama, dia harus bisa bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kedua, dia harus bisa berkomunikasi dengan mitra Pemprov DKI khususnya DPRD DKI.

Ketiga, dia juga harus bisa mengelola birokrasi dengan baik. Kandidat jago yang disebut Sani diharapkan bisa memenuhi kriteria itu.

Dalam pemilihan pengganti Sandiaga atas jabatan wagub ini, Gerindra dan PKS sama-sama punya hak mengajukan nama. Sebab keduanya adalah partai pengusung pemenang Pilkada DKI 2017.

PKS berkeras ingin menempati posisi wagub DKI karena merasa sudah menyerahkan capres dan cawapres kepada Gerindra. Sementara Gerindra merasa memiliki hak juga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X