Cerita Sandiaga Uno soal Kampanye Online yang "Pahe" dan "Murmer"...

Kompas.com - 27/10/2018, 18:38 WIB
Calon Wakil Presiden RI Nomor urut 02, Sandiaga Uno, di Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (22/10/2018). KOMPAS.com/Moh. SyafiiCalon Wakil Presiden RI Nomor urut 02, Sandiaga Uno, di Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (22/10/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com -"Ternyata kampanye online ini sangat pahe (paket hemat) dan murmer (murah meriah) dan efektivitasnya luar biasa," ujar calon Wakil Presiden RI nomor urut 02 Sandiaga Uno ketika ditemui di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (27/10/2018).

Sandiaga menuturkan, saat ini ia tengah mencoba menerapkan pola kampanye melalui media sosial. Ia menilai kampanye ini mampu memberikan dampak cukup signifikan.

"Karena ada banyak yang enggak bisa kami jangkau. Efektivitas interaksi langsung dengan masyarakat sangat terbatas, khususnya waktu. Karena saya satu titik saja bisa menghabiskan waktu satu jam. Padahal dalam satu hari itu ada 12 sampai 13 titik," ujarnya, Sabtu.

Baca juga: Respons Kubu Prabowo-Sandiaga terhadap Putusan Bawaslu Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet

Sandiaga menuturkan, saat ini ia memiliki jadwal rutin untuk menyapa warganet setiap pekan.

Seperti yang dilakukan hari ini, melalui siaran langsung akun instagram, ia menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan warganet.

"Sementara ini jadwalnya seminggu sekali. Nanti kami review apakah bisa ditingkatkan atau diperbanyak frekuensinya," tuturnya.

Hadapi warganet "julid"

Selama melakukan siaran langsung di akun instagram hari ini, Kompas.com melihat berbagai komentar "julid" atau negatif sejumlah warganet.

Pasangan Calon Presiden RI Prabowo Subianto ini ternyata menyadari hal tersebut. Namun menurutnya, hal ini tak menyurutkan niatnya untuk terus melakukan kampanye online.

"Jadi konten itu adalah key (kunci). Selama konten kita membawa satu pesan yang membangun optimisme, bicara hal positif, bicara hal yang berpotensi memecah belah, tentunya kita bisa jaga dari segi efektivitasnya," paparnya.

Baca juga: Pendukung Militan, Kubu Prabowo-Sandiaga Yakin Bisa Tingkatkan Elektabilitas

"Pasti ada yang nyinyir. Rasullulah saja, manusia paling sempurna saja ada haters-nya juga, apalagi saya siapa sih, saya hanya butiran debu," sebutnya.

Apalagi, lanjut Sandi, berdasarkan survei intetnal tim pemenangan Prabowo-Sandi, kampanye melalaui media sosial ini berdampak pada meningkatnya dukungan mastarakat terhadap pasangan nomor urut 02 ini.

Sandi melanjutkan, kampanye melalui media sosial juga bertujuan untuk mengubah citra seorang politisi yang tak terjangkau oleh masyarakat.

"Kan biasanya politisi itu kaku, enggak terjangkau. Dan saya lakukan itu dengan spontan. Ada yang dapat tanggapan positif, ada yang biasa saja. Kami ingin bangun narasi yang nyambung sama elektoral, apa yang mereka inginkan sebagai bagian dari solusi di Indonesia," tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Sabtu Ini, Sebagian Jabodetabek Diprediksi Hujan Saat Siang

BMKG: Sabtu Ini, Sebagian Jabodetabek Diprediksi Hujan Saat Siang

Megapolitan
Positif Narkoba, Pegawai Beacukai yang Ditangkap di Kepulauan Seribu Tak Jadi Tersangka

Positif Narkoba, Pegawai Beacukai yang Ditangkap di Kepulauan Seribu Tak Jadi Tersangka

Megapolitan
UPDATE 3 Juli: Bertambah 1, Total 415 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 3 Juli: Bertambah 1, Total 415 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dipertanyakan, Bagaimana Cara Batasi Pengunjung Pasar di Jakarta?

Dipertanyakan, Bagaimana Cara Batasi Pengunjung Pasar di Jakarta?

Megapolitan
Jalan di Tepi Waduk Pluit Longsor, Penanganan Darurat Ditargetkan Selesai Dua Hari

Jalan di Tepi Waduk Pluit Longsor, Penanganan Darurat Ditargetkan Selesai Dua Hari

Megapolitan
Terlilit Hutang dan Sakit, Seorang Pemuda Coba Bunuh Diri di Lahan Kosong

Terlilit Hutang dan Sakit, Seorang Pemuda Coba Bunuh Diri di Lahan Kosong

Megapolitan
UPDATE 3 Juli: Bertambah 12, Total 491 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

UPDATE 3 Juli: Bertambah 12, Total 491 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Sudin SDA Akan Tutup Jalan Pluit Timur Raya untuk Perbaikan Longsor

Sudin SDA Akan Tutup Jalan Pluit Timur Raya untuk Perbaikan Longsor

Megapolitan
Kontrakan Enam Pintu di Batuampar Terbakar Diduga karena Gas Bocor

Kontrakan Enam Pintu di Batuampar Terbakar Diduga karena Gas Bocor

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Lahan Tempat Semanggi Center Akan Jadi Balai Kesenian

Pemkot Tangerang: Lahan Tempat Semanggi Center Akan Jadi Balai Kesenian

Megapolitan
Kini Ojol Boleh Angkut Penumpang Kembali di Depok

Kini Ojol Boleh Angkut Penumpang Kembali di Depok

Megapolitan
Eazy Passport, Layanan Jemput Bola Pembuatan Paspor Imigrasi Tangerang

Eazy Passport, Layanan Jemput Bola Pembuatan Paspor Imigrasi Tangerang

Megapolitan
244 Karyawan Unilever yang Dinyatakan Negatif Tetap Jalani Isolasi

244 Karyawan Unilever yang Dinyatakan Negatif Tetap Jalani Isolasi

Megapolitan
Imbas Penutupan Pasar Tempel, Pasar Pondok Labu Ikut Ditutup Satu Hari

Imbas Penutupan Pasar Tempel, Pasar Pondok Labu Ikut Ditutup Satu Hari

Megapolitan
UPDATE 3 Juli, 434 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

UPDATE 3 Juli, 434 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X