Kelebihan Muatan dan Rem Bermasalah, Penyebab Pikap Terbalik di Cipondoh

Kompas.com - 28/11/2018, 19:58 WIB
Polres Metro Tangerang menetapkan sopir pikap yang terbalik di Cipondoh, Rizki Fahmi Adzim (20), sebagai tersangka. Rizki dikenakan Pasa 310 ayat 3 dan 4 juncto Pasal 160 ayat 1 juncto Pasal 137 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara enam tahun, Rabu (28/11/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPolres Metro Tangerang menetapkan sopir pikap yang terbalik di Cipondoh, Rizki Fahmi Adzim (20), sebagai tersangka. Rizki dikenakan Pasa 310 ayat 3 dan 4 juncto Pasal 160 ayat 1 juncto Pasal 137 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara enam tahun, Rabu (28/11/2018).

TANGERANG, KOMPAS.com - Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menjelaskan beberapa penyebab pikap terbalik di Cipondoh, Tangerang, Minggu (25/11/2018), dan menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia. 

Dari pemeriksaan kelaikan kendaraan, terdapat masalah pada sistem pengereman pikap berpelat nomor B 9029 RV tersebut.

"Karena fungsi pengereman saat kendaraan (melintasi) turunan tidak berjalan maksimal sehingga sopir hilang kendali dan tidak dapat mengendalikan mobil hingga akhirnya terbalik," ujar Harry di Mapolres Tangerang, Rabu (28/11/2018).

Baca juga: Sopir Pikap dalam Kecelakaan Maut di Cipondoh Ditetapkan Jadi Tersangka

Penyebab lainnya karena mobil pikap kelebihan muatan.

Ia mengatakan, kapasitas penumpang mobil Toyota Kijang adalah 700 kilogram. Sementara mobil tersebut mengangkut 23 orang yang diperkirakan beratnya mencapai lebih dari satu ton.

"Saat dikendarai, tersangka (sopir) membawa 23 orang. Kalau dijumlahkan per orang itu sekitar 50 kilogram, lebih dari satu ton," kata dia. 

Baca juga: Pelajaran dari Kecelakaan Pikap yang Bawa Puluhan Santri

Penguji kelaikan kendaraan dari Dinas Perhubungan Kota Tangerang Andri S mengatakan, kelebihan muatan mengakibatkan selang rem pecah dan mobil tidak memiliki minyak rem.

"Pedal rem baik, tempat buat meletakan minyak rem itu kosong. Jadi masih ada tersisa sedikit (minyak rem) karena diakibatkan selang pecah dan patah," ujar Andri.

"Jadi kenapa selang pecah dan patah karena kendaraan itu membawa penumpang overload. Kendaraan tersebut yang secara undang-undang dipergunakan untuk angkutan barang bukan angkutan orang," lanjut dia. 

Baca juga: Sopir Pikap Santri di Cipondoh Belum Punya SIM

Sebelumnya, mobil pikap yang mengangkut 23 santri mengalami kecelakaan di Jalan Boulevard Green Lake Cipondoh pada Minggu pekan lalu pukul 11.30.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

[HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

Megapolitan
Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

Megapolitan
Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Megapolitan
Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

Megapolitan
PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Megapolitan
Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

Megapolitan
Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

Megapolitan
Kebakaran Selama 8 Jam, 987 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal di Tambora

Kebakaran Selama 8 Jam, 987 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal di Tambora

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Babak Baru Pemerkosaan di Bintaro | Penembakan Misterius di Tangsel Lukai 8 Korban

[POPULER JABODETABEK] Babak Baru Pemerkosaan di Bintaro | Penembakan Misterius di Tangsel Lukai 8 Korban

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 16, Total 650 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 16, Total 650 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X