Kompas.com - 17/05/2019, 05:19 WIB
Rumah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang berada di Kompleks Pengairan-PU Rawasemut, Bekasi Timur, Kota Bekasi yang akan kena gusur karena proyek tol Becakayu di Kota Bekasi, Rabu (15/5/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIRumah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang berada di Kompleks Pengairan-PU Rawasemut, Bekasi Timur, Kota Bekasi yang akan kena gusur karena proyek tol Becakayu di Kota Bekasi, Rabu (15/5/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Rumah pribadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Kompleks Pengairan-PU Rawasemut, Bekasi Timur, Kota Bekasi bakal digusur karena masuk dalam bagian dari proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Hal ini ramai diperbincangkan karena Basuki tak menolak rumahnya digusur.

Guru Besar Fakultas Hukum UII Yogyakarta Mahfud MD melalui akun Twitter pribadinya, mengapresiasi menteri Basuki yang merelakan rumah pribadinya digusur demi pembangunan jalan tol.

"Menarik, rumah pribadi Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono di Bekasi akan digusur utk proyek jalan tol. Pd-hal dialah yg menjadi pimpinan pembuatan jalan. Dulu diberitakan ada pejabat daerah yg membelokkan rencana jalan tol agar tak melewati tanah pribadinya. Hormat utk Pak Basuki," tulis Mahfud dalam akun Twitternya.

Baca juga: Trase Tol Becakayu Kena Rumah Menteri Basuki, Ini Kata Waskita

Pantauan Kompas.com, posisi rumah Basuki persis di samping Sungai Kalimalang. Hunian tersebut tebilang cukup asri.

Rumah Basuki didominasi cat warna hitam dan abu-abu. Tumbuh-tumbuhan dan pepohonan nan hijau menghiasi rumah menteri PUPR itu. Namun, semenjak menjabat sebagai menteri, Basuki sudah jarang tinggal di rumahnya itu lagi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Stasiun MRT Bundaran HI, Selasa (19/3/2019).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Stasiun MRT Bundaran HI, Selasa (19/3/2019).

Menteri Basuki tak masalah rumahnya digusur

Menteri Basuki tidak mempermasalahkan rumahnya akan tergusur karena masuk dalam bagian trase proyek jalan tol Becakayu. Dia menilai jalur proyek tol Becakayu yang akan melewati rumahnya ialah jalur yang paling efisien.

"Ya sudah terusin (proyeknya), karena mungkin itu jalur yang optimal," kata Menteri Basuki di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019).

Basuki menyebutkan, berdasarkan peta proyek Tol Becakayu yang terletak di tepi saluran air Kalimalang, jarak antara rumah dengan saluran itu 15 meter. Ternyata, proyek jalan tol itu sendiri membutuhkan lahan seluas 24,7 meter.

Basuki sendiri baru mengetahui hal tersebut ketika ia merasa perkembangan kelanjutan proyek tol ini dianggapnya lambat.

"Saya tanya kok lama banget kenapa? Ternyata gara-gara enggak berani, kan," ujar Basuki.

Baca juga: Cerita Menteri Basuki yang Rumahnya Kena Gusur Gara-gara Proyeknya Sendiri...

Kontraktor pun akhirnya menginformasikan bahwa proyek tol itu harus "memakan" lahan kediaman sang menteri.

"Saya dikasih tahu, ini Pak jalurnya. Lah ini rumahnya (saya). Terusin, jangan dibelokin ya. Karena ini kan yang paling optimal," ujar Basuki.

Basuki juga mengaku sudah menerima sosialisasi dari Wali Kota Bekasi terkait rumah atau tanah warga kompleks perumahan pengairan Rawasemut yang akan digusur untuk pembangunan proyek tol Becakayu.

Kendati demikian, Basuki belum mengetahui nominal ganti rugi rumahnya yang tergusur karena proyek tol Becakayu. Kata dia, saat ini baru tahap sosialisasi terhadap rumah warga yang terdampak.

"Mereka baru sosialisasi. Saya baru dapat surat dari Wali Kota. Wali Kota sudah setuju untuk jalur itu. PT Waskita jalurnya juga minta di situ," ujar Menteri Basuki.

Rumah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang berada di Kompleks Pengairan-PU Rawasemut, Bekasi Timur, Kota Bekasi yang akan kena gusur karena proyek tol Becakayu di Kota Bekasi, Rabu (15/5/2019).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Rumah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang berada di Kompleks Pengairan-PU Rawasemut, Bekasi Timur, Kota Bekasi yang akan kena gusur karena proyek tol Becakayu di Kota Bekasi, Rabu (15/5/2019).

Warga belum terima pemberitahuan resmi

Ketua RT 04 Helmy Kamara (71) mengatakan, belum ada pemberitahuan resmi soal rumah dalam kompleks perumahan tersebut yang akan dibebaskan untuk pembangunan tol Becakayu.

"Sudah lama sih isunya, tapi kan mestinya secara resmi ada. Ada surat pemberitahuan, itu pun harus disosialisasikan kepada penghuni ya, enggak bisa begitu langsung penggusuran ada tahap-tahapnya yang harus dilalui," kata Helmy.

Dia menambahkan, jika pada akhirnya akan digusur, mereka berharap nominal ganti rugi rumah warga yang terkena gusur bisa cocok demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

"Bagi kita enggak masalah, yang penting itu kita mendukung, kita enggak mau ganti rugi, kita mau ganti untung seperti apa yang disampaikan Pak Presiden. Itu yang penting, jadi kehidupan kita yang begini bisa lebih baik, jangan lebih parah lagi" ujar Helmy.

Baca juga: Tetangga: Pak Basuki Enggak Pernah Singgung soal Penggusuran...

Warga berharap rumahnya tak digusur

Namun, Helmy sebenarnya berharap penggusuran tidak terjadi di perumahannya. Sebab, ia menilai suasana kompleks sangat nyaman dan asri untuk pensiunan seperti dirinya.

"Kalau bisa kami menolak (penggusuran) jangan masuk wilayah kami. Coba carilah tempat lain, wilayah lain. Karena di sini tuh orang pensiunan, kami sudah hidup tenang di sini menjelang kami mati," ujar Helmy,

Senada dengan Helmi, Aan (48), warga yang rumahnya tak jauh dari rumah Menteri Basuki berharap rumahnya tidak digusur lantaran sulit mencari hunian yang nyaman dan asri seperti saat ini.

"Maunya sih jangan digusur ya karena susah cari rumah yang strategis ke mana-mana gampang dan nyaman kayak begini," kata Aan.

Selain itu, menurut Aan, Menteri Basuki tak pernah cerita kepada warga bahwa kompleks perumahan itu akan digusur untuk pembangunan jalan tol. Aan juga mengatakan warga belum mendapat pemberitahuan resmi terkait rencana penggusuran tersebut.

"Waktu Pilkada 2018 pas nyoblos dan waktu ada tetangga yang meninggal awal 2019 ini Pak Basuki ada datang ketemu ngobrol sama warga, tapi enggak pernah singgung atau bicara soal penggusuran," ujar Aan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Megapolitan
Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Megapolitan
BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

Megapolitan
Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Megapolitan
Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Megapolitan
UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

Megapolitan
Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Depok Hujan Petir pada Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Depok Hujan Petir pada Siang hingga Sore

Megapolitan
Siswi SMK di Cipayung yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang ke Rumah

Siswi SMK di Cipayung yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang ke Rumah

Megapolitan
Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Kembali Melonjak Jelang Libur Hari Raya Waisak

Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Kembali Melonjak Jelang Libur Hari Raya Waisak

Megapolitan
Jakarta Hujan Deras Minggu Sore, 24 RT Terendam Banjir

Jakarta Hujan Deras Minggu Sore, 24 RT Terendam Banjir

Megapolitan
Hujan Deras, Puluhan Rumah di Kramatjati Terendam Banjir hingga 50 Cm

Hujan Deras, Puluhan Rumah di Kramatjati Terendam Banjir hingga 50 Cm

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.