Tangkap 1.105 Preman dan 120 Kg Sabu-sabu, Polres Metro Jakbar Masuk Rekor Muri

Kompas.com - 20/05/2019, 15:24 WIB
Polres Metro Jakarta Barat Memperoleh Dua Rekor Muri KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARIPolres Metro Jakarta Barat Memperoleh Dua Rekor Muri

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) memperoleh dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia- Indonesia (Muri), Senin (20/5/2019). Dua penghargaan itu diberikan atas prestasi mereka mengungkap kasus premanisme dan narkoba sejak tahun 2018.

"Ada dua prestasi luar biasa yang diraih Polres Jakarta Barat di bawah Kapolres Pak Hengki. Pertama adalah pengungkapan dan penanganan preman terbanyak dalam setahun. (Sebanyak) 1.105 preman beliau tangkap dalam setahun," kata Yusuf Ngadri, Senior Manager MURI di Mapolres Jakarta Barat, Senin.

Baca juga: Bagi-bagi Buku untuk Anak Pulau Terluar, Polwan AKP Vifa Raih Rekor Muri

Dia mengemukakan, beberapa yang ditangkap unit Reskrim Polres Jakarta Barat merupakan preman kelas kakap.

Prestasi kedua yakni pengungkapan kasus penyelundupan 120 kg narkotika jenis sabu-sabu yang dilakukan unit narkoba 1 Polres Metro Jakarta Barat pada 15 April 2019.

Ia mengungkapkan, kasus penyelundupan ratusan kilogram sabu-sabu itu merupakan pengungkapan terbesar dalam sekali penangkapan di level Polres.

Ia menerangkan, perhitungan rekor yang dilakukan Muri diukur secara kuantitas.

"Satu hal yang ingin kami laporkan adalah Muri adalah mengukur sesuatu yang bisa terukur dalam hal ini kuantitas sebanyak apa dalam kurun waktu tertentu," kata dia.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, banyaknya pengungkapan kasus premanisme di Jakarta Barat memang berdampak pada menurunnya kejahatan premanisme di wilayahnya.

Sementara untuk peredaran narkoba, selain dari pengungkapan 120 kg sabu-sabu, Hengki mengaku  sepanjang tahun 2018 mereka telah mengungkap 1.340 pengedar. Secara rata-rata setiap hari mereka bisa menangkap empat pengedar.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X