Dishub Kota Tangerang Belum Diajak Diskusi soal ERP

Kompas.com - 18/11/2019, 21:16 WIB
Ilustrasi SRP atau jalan berbayar ShutterstockIlustrasi SRP atau jalan berbayar

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Kota Tangerang mengaku belum pernah diajak bicara terkait rencana penerapan Electronic Road Pricing ( ERP) oleh Badan Penyelenggara Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi membenarkan adanya rencana penerapan ERP tersebut oleh BPTJ untuk 2020.

Namun, Wahyudi menyayangkan tidak ada bentuk sosialisasi yang mengajak keterlibatan Dishub Kota Tangerang.

"Kami belum diajak berdiskusi lebih lanjut, kami belum membahas lebih lanjut persiapannya seperti apa," kata dia kepada Kompas.com dalam sambungan telepon, Senin (18/11/2019).

Wahyudi mengatakan, keterlibatan mereka dalam hal-hal teknis sangat penting karena wilayah Kota Tangerang termasuk kawasan Jabodetabek yang akan terkena dampak penerapan ERP tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Wahyudi, harus ada kejelasan terkait rencana penerapan ERP tersebut.

"Ini masih perlu pembicaraan lebih lanjut. Misalnya BPTJ mau menerapkan itu, banyak hal secara teknis yang rasanya belum jelas," kata dia.

Meskipun dirasa belum jelas, Wahyudi mengatakan, Dishub Kota Tangerang mendukung program untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melintas tersebut.

"Penerapan ERP (kami) menjadi pendukung untuk mengurangi jumlah kendaraan," jelas dia.

BPTJ menargetkan sejumlah jalan raya penghubung DKI Jakarta akan menerapkan sistem berbayar, atau Electronic Road Pricing ( ERP) pada 2020.

Ada tiga jalan utama yang bakal menerapkan sistem ERP, yakni Jalan Daan Mogot-Tangerang, Jalan Kalimalang-Bekasi, dan Jalan Margonda- Depok.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Dua Tersangka Prostitusi Anak di Rawa Bebek

Polisi Kembali Tangkap Dua Tersangka Prostitusi Anak di Rawa Bebek

Megapolitan
Banjir di Perumahan BPI, Warga Sebut Pompa Air Tak Semua Berfungsi

Banjir di Perumahan BPI, Warga Sebut Pompa Air Tak Semua Berfungsi

Megapolitan
Terkait Virus Corona, Menhub: Presiden Minta Disiplin Lakukan Pemeriksaan WNA China

Terkait Virus Corona, Menhub: Presiden Minta Disiplin Lakukan Pemeriksaan WNA China

Megapolitan
Menhub Undang 3 Menteri Bicarakan Pencegahan Virus Corona

Menhub Undang 3 Menteri Bicarakan Pencegahan Virus Corona

Megapolitan
Pengamat: Riza Patria Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI Jakarta

Pengamat: Riza Patria Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI Jakarta

Megapolitan
Banjir 50 Sentimeter Surut, Warga Perumahan BPI Tangsel Mulai Bersih-bersih

Banjir 50 Sentimeter Surut, Warga Perumahan BPI Tangsel Mulai Bersih-bersih

Megapolitan
Perumahan Ciputat Baru Terendam Banjir Setinggi 40 Sentimeter

Perumahan Ciputat Baru Terendam Banjir Setinggi 40 Sentimeter

Megapolitan
7 Fakta Perampokan Warteg Pesanggrahan

7 Fakta Perampokan Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Fraksi Gerindra Yakin Dukungan Cawagub di DPRD DKI Lebih Condong ke Riza Patria

Fraksi Gerindra Yakin Dukungan Cawagub di DPRD DKI Lebih Condong ke Riza Patria

Megapolitan
Ketika Cawagub DKI Mulai Tebar Pesona

Ketika Cawagub DKI Mulai Tebar Pesona

Megapolitan
Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Megapolitan
Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Megapolitan
Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Megapolitan
Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X