Viral Toko Kue di Depok Tolak Tulis Ucapan 'Happy Birthday', Ini Kata Pegawainya

Kompas.com - 10/12/2019, 22:53 WIB
Global Cake and Bakery Tolak Ucapan Happy Birthday di atas Kue Pembeli KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIGlobal Cake and Bakery Tolak Ucapan Happy Birthday di atas Kue Pembeli

DEPOK, KOMPAS.com - Toko Global Cake and Bakery viral di media sosial Facebook lantaran tidak menerima request tulisan ucapan Happy Birthday di atas kue.

Tempat itu viral lantaran seorang warganet bernama Widiasti Chandra Dewi telah membagikan pengalamannya dalam media sosial Facebook pada saat membeli kue di Global Cake and Bakery yang ada di Kota Depok.

Dalam postingannya tersebut, Widiasti menuliskan bahwa dirinya ditolak ketika meminta pelayan toko menuliskan ucapan "Happy Birthday" di atas kue pesanannya.

Saat dikonfirmasi pelayan toko tersebut membenarkan ada penolakan itu dan telah memberikan pengertian kepada Widiasti.

Baca juga: Toko Roti Tous Les Jours Cabang Kota Kasablanka Bantah Berlakukan Peraturan Berbau SARA

"Kami sudah sampaikan sebelumnya sama pengunjung kalau kita ciri khasnya itu pakai ucapan happy bornday, selamat hari lahir dan barakallahu fi umrik," ujar pegawai Global Cake and Bakery Depok, Tenti saat ditemui di lokasi, Selasa (10/12/2019).

Tenti juga menyebutkan ketiga ucapan itu termasuk dalam kebijakan toko dan telah menjadi ciri khas dari toko tersebut.

Global Cake and Bakery yang berada di Jalan Kejaan, Kota Depok memang baru berdiri selama 1 bulan.

Tetapi Tenti menyebutkan bahwa selama dirinya bekerja di cabang lain belum ada laporan atau keluhan pembeli atas kebijakan tersebut.

Saat berita ini dikeluarkan, belum ada tanggapan dari pihak manajemen toko terkait dengan kejadian penolakan yang terjadi di toko kue cabangnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X