Kompas.com - 28/02/2020, 18:19 WIB
Jamban apung yang berlokasi di Kampung Cirompang, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, yang sudah tidak digunakan. Hal tersebut dikatkan warga setempat saat ditemui di lokasi, Kamis (28/2/2020). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiJamban apung yang berlokasi di Kampung Cirompang, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, yang sudah tidak digunakan. Hal tersebut dikatkan warga setempat saat ditemui di lokasi, Kamis (28/2/2020).

TANGERANG SELATAN,KOMPAS.com - Jamban apung di Kampung Cirompang, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, disebut sudah tidak digunakan lagi.

Menurut keterangan warga, jamban apung tersebut kini menjadi tempat bermain anak-anak.

"Sudah enggak berfungsi. Cuma jadi tempat main anak-anak aja di situ kalau siang. Enggak tahu kalau malam," kata warga setempat, Ijah (51), saat ditemui di lokasi, Jumat (28/2/2020).

Baca juga: Pemerintah Bongkar Jamban Apung di Pulau Kelapa

Ijah menjelaskan, jamban depan rumahnya itu sudah lama berdiri sejak 1990, atau ketika warga setempat belum memiliki kamar mandi yang layak saat itu.

Kala itu, warga sekitar kerap menggunakan jamban, baik pada pagi maupun malam hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya dulu itu dibangun karena warga enggak punya kamar mandi. Jadi warga sekitar ini itu pada buang air besar di sini," ucapnya.

Menurut Ijah, pihak Kecamatan Setu telah meninjau lokasi beberapa waktu lalu. Namun, kedatangan mereka tak menyoroti soal keberadaan jamban di atas empang.

Baca juga: Atasi Krisis Jamban, Lurah Tanjung Duren Utara Segera Bangun Lubang Septic Tank

"Pemkot belum (tinjau) cuma dari kecamatan aja dulu pernah ke sini," katanya singkat.

Dari pantauan Kompas.com, jamban berukuran 1x1 meter itu berdiri diatas empang dengan air yang telah menghijau.

Di samping tak jauh dari empang itu, terdapat sebuah bangunan kayu dengan isi perabotan rumah tangga tak terpakai.

Bahkan, untuk menuju jamban jalanan rusak dengan kondisi berlubang dan becek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.