Kenangan Kadisnaker DKI Terhadap Didi Kempot, Duta Keselamatan Kerja di Jakarta...

Kompas.com - 05/05/2020, 19:16 WIB
DIDI KEMPOT Godfather of Broken Heart (1966-2020) KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoDIDI KEMPOT Godfather of Broken Heart (1966-2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khususnya Dinas Tenaga Kerja turut berduka dan merasa kehilangan penyanyi campursari Didi Kempot.

Pasalnya Didi Kempot merupakan duta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) DKI Jakarta.

"Secara umum pastilah bangsa Indonesia merasa kehilangan dengan berpulangnya musisi Didik Kempot, karena memang faktanya Didik Kempot ini musisi yang diterima oleh berbagai lapisan kalangan," ucap Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Andri Yansyah saat dihubungi, Selasa (5/5/2020).

Andri pun menceritakan mengapa Didi Kempot dipilih sebagai duta K3 DKI Jakarta. Menurut dia, Didi Kempot bisa menyatukan semua orang dan berbagai kalangan melalui musiknya.

Baca juga: Ingin Mengenang Didi Kempot, Sobat Ambyar Jakarta Harap Konser di GBK Tetap Digelar

Baik kaum milenial, orang tua, hingga para pekerja maupun buruh juga menyukai musik Didi Kempot.

"Yang tadinya campursari, musik daerah sulit diterima oleh penggemar Jazz, sekarang masuk. Yang sulit diterima penggemar pop juga masuk, yang sulit diterima penggemar musik rock juga masuk. Yang sulit banget diterima atau konser di universitas-universitas masuk juga," kata dia.

Didi juga kerap memberikan nasihat hingga semangat kepada para pekerja ketika menjadi bintang tamu.

"Dengan pertimbangan itulah Didi Kempot kita jadinya Duta K3 sehingga pada saat beliau melakukan konser, ada sedikit dia sampaikan, entah 30 detik dia sampaikan manfaat K3. Jadi terus terang saja bangsa Indonesia kehilangan, terutama untuk kalangan Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta," tuturnya.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Didi Kempot Buat Videoklip Ojo Mudik Bareng Walkot Solo

Diketahui, Didi Kempot diangkat sebagai duta K3 dalam kegiatan bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) DKI Jakarta 2020 pada Januari lalu.

Didi meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, Selasa hari ini.

Ia meninggal dunia pada usia 53 tahun pukul 07.30 WIB. Hal ini disampaikan Lilik, kakak kandung Didi Kempot, dalam wawancara di KompasTV.

LIlik mengatakan, malam harinya, Didi Kempot sempat pergi ke rumah sakit.

"Tadi malam di Rumah Sakit Kasih Ibu di Solo," kata Lilik dalam wawancara di KompasTV, seperti dikutip Kompas.com.

Baca juga: Kreativitas Didi Kempot dan Pelajaran Filsafat Eksistensi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Megapolitan
Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Megapolitan
Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Megapolitan
Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Megapolitan
Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Megapolitan
PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

Megapolitan
Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Megapolitan
3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

Megapolitan
Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Megapolitan
Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap Saat Bersama Istri

Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap Saat Bersama Istri

Megapolitan
PHRI Jakarta: 4.116 Kamar Hotel di Jakarta Siap Tampung Pasien OTG

PHRI Jakarta: 4.116 Kamar Hotel di Jakarta Siap Tampung Pasien OTG

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X