Kebijakan PSBB Total atau Tidak di Kota Bekasi Akan Diputuskan Senin Ini

Kompas.com - 10/09/2020, 18:25 WIB
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat ditemui di Underpass Tol Jorr Kalimalang, Selasa (25/2/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAWakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat ditemui di Underpass Tol Jorr Kalimalang, Selasa (25/2/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, Kota Bekasi akan memutuskan apakah kembali menerapkan PSBB total seperti yang dilakukan Jakarta atau tidak pada Senin (14/9/2020) depan. 

“Senin kami akan rapat koordinasi terkait (PSBB) dengan tiga pilar yang ada, seluruh gugus tugas akan kami intervensi, memantau pergerakan (Covid-19) yang ada,” ujar dia, Kamis.

“Senin diputuskan (apakah harus PSBB total atau tidak),” lanjut Tri.

Tri mengemukakan hal itu seusai menghadiri rapat koordinasi dengan sejumlah kepala daerah termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait tindak lanjut ditetapkannya kembali kondisi darurat Covid-19 di Jakarta.

Baca juga: Klaster Keluarga Bertambah, Wali Kota Bekasi Duga Pasien Covid-19 Tak Disiplin Saat Isolasi Mandiri

Ia mengatakan, dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkot Bekasi menjelaskan peningkatan kasus yang terjadi beberapa minggu belakangan ini. Mulai dari angka reproduksi Kota Bekasi yang meningkat, jumlah kasus yang meningkat, hingga menipisnya ketersediaan tempat isolasi di sejumlah rumah sakit Bekasi.

“Tadi kita sama menyampaikan bahwa memang tingkat angka reproduksinya (Rt) 1,55. Kemudian, kondisi rumah sakit tinggal 180 bed yang harus kami kurangi. Kami sudah siapkan 55 bed di Stadion Chandrabaga. Kalau misalnya tiap hari kasus ini naik per 40 pasien ya, tujuh hari ke depan ada 280 pasien," ujar dia

“Sementara, kemampuan rumah sakit kita tidak mencukupi, makanya akan menggunakan yang ada di Stadion Patriot (tempat isolasi) kalau naik rate-nya tetap 40 kasus per hari, kemampuan rumah sakit kita 180 (bed),” tambah Tri.

Ia mengemukakan, Pemprov Jabar menyarankan, sebagai daerah yang bertetangga dengan DKI Jakarta maka penanganan Covid-19 mesti dilakukan dengan kebijakan komprehensif. Soalnya, saat ini Jakarta merupakan episentrum Covid-19.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

Megapolitan
Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Megapolitan
Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Megapolitan
Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Megapolitan
PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

Megapolitan
Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Megapolitan
[Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

[Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

Megapolitan
Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

Megapolitan
Cerita Merekam Adegan Seks Sendiri dari Para Pelaku…

Cerita Merekam Adegan Seks Sendiri dari Para Pelaku…

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Diketahui Tertular dari Staf

Wagub DKI Positif Covid-19, Diketahui Tertular dari Staf

Megapolitan
Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

Megapolitan
Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X