Kompas.com - 24/06/2021, 19:43 WIB
Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria pencuri spesialis tabung gas di Jakarta Selatan. Dok. Humas Polres Metro Jakarta SelatanPolres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria pencuri spesialis tabung gas di Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap seorang pencuri spesialis tabung gas tiga kilogram di kawasan Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah mengatakan, pria tersebut berinisial LAP (25).

Azis mengatakan, penangkapan LAP bermula dari keluhan dan keresahan warga terkait pencurian tabung gas.

"Memang kalau dilihat dari bentuk dan kerugiannya tak terlalu besar, tapi cukup meresahkan di mana beberapa kali dengan kejadian yang sama, modus yang sama, dan barang yang diambil sama, yaitu tabung gas sebanyak 21 tabung gas," kata Azis dalam rekaman suara yang diterima Kompas.com, Kamis (24/6/2021) malam.

Baca juga: Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Azis mengatakan, LAP telah mencuri tabung gas di 14 lokasi di Jakarta Selatan. LAP melakukan aksinya sejak Maret hingga akhirnya ditangkap pada 18 Juni 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari tangan pelaku, kami dapatkan barang bukti sebanyak 21 tabung gas," ujar Azis. 

Berdasarkan pengakuan pelaku, Azis mengatakan, LAP berkali-kali mencuri tabung gas karena mudah dan sulit terlacak bukti pencuriannya. Selain itu, tabung gas mudah untuk dijual.

"Kemudian mudah untuk menjual atau mendapatkan keuntungan instan. Yang sehari-harinya keuntungannya digunakan untuk kehidupan sehari-hari untuk makan anak dan istrinya," lanjut Azis.

Baca juga: Warga Tangerang Meninggal Dunia usai Terima Vaksin Covid-19, Disuntik meski Tensi Tinggi

LAP mencuri di warung, rumah, dan agen tabung gas di daerah Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Cilandak, dan Mampang Prapatan.

Adapun LAP menjual tabung gas hasil curiannya lebih murah dari harga pasaran, yakni Rp 80.000. Harga resmi tabung tas tersebut berkisar Rp 130.000-Rp 150.000.

"Dia dijual lagi. Dijualnya dia random, acak. Kadang di toko ini, toko berikutnya. Kadang dia menawarkan lebih murah dari harga pasaran sehingga mudah untuk menjual itu," tambah Azis.

Atas perbuatannya, LAP dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Pasien Covid-19 di Apotek, tapi Dijual Bebas di Grup Jual Beli Sepeda hingga Marketplace

Jokowi Tak Temukan Obat Pasien Covid-19 di Apotek, tapi Dijual Bebas di Grup Jual Beli Sepeda hingga Marketplace

Megapolitan
Durasi Makan Maksimal 20 Menit, Kasatpol PP Jakpus: Tak Mungkin Kami Awasi Setiap Warteg

Durasi Makan Maksimal 20 Menit, Kasatpol PP Jakpus: Tak Mungkin Kami Awasi Setiap Warteg

Megapolitan
Sudah Sebulan Lebih, Stok Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Masih Kosong

Sudah Sebulan Lebih, Stok Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Masih Kosong

Megapolitan
Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Saat Isoman di Hotel Jalani Swab PCR

Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Saat Isoman di Hotel Jalani Swab PCR

Megapolitan
Kios Pasar Tanah Abang Diobral Murah Akibat Pandemi

Kios Pasar Tanah Abang Diobral Murah Akibat Pandemi

Megapolitan
Artis Tiktok Ini Dipanggil Polisi karena Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4 di Bekasi

Artis Tiktok Ini Dipanggil Polisi karena Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4 di Bekasi

Megapolitan
Penyaluran Bansos Tunai 93.000 Warga Tangsel Terkendala Terbatasnya Petugas PT POS

Penyaluran Bansos Tunai 93.000 Warga Tangsel Terkendala Terbatasnya Petugas PT POS

Megapolitan
Menengok Masjid Babah Alun yang Dibangun Pengusaha Jusuf Hamka, Kental Nuansa Tionghoa

Menengok Masjid Babah Alun yang Dibangun Pengusaha Jusuf Hamka, Kental Nuansa Tionghoa

Megapolitan
Penyaluran Bansos Tunai Rp 600.000 di Tangsel Berjalan Lambat, Baru Selesai 7 dari 54 Kelurahan

Penyaluran Bansos Tunai Rp 600.000 di Tangsel Berjalan Lambat, Baru Selesai 7 dari 54 Kelurahan

Megapolitan
Aturan Makan 20 Menit di Jakarta: Pengawasan Tak Jelas Hingga Jadi Guyonan Warga

Aturan Makan 20 Menit di Jakarta: Pengawasan Tak Jelas Hingga Jadi Guyonan Warga

Megapolitan
Polisi Telusuri 2.000 Tabung Oksigen yang Diimpor secara Ilegal

Polisi Telusuri 2.000 Tabung Oksigen yang Diimpor secara Ilegal

Megapolitan
PC Fatayat NU Jaksel Bagikan 200 Paket Makanan untuk Pasien Covid-19 Isoman

PC Fatayat NU Jaksel Bagikan 200 Paket Makanan untuk Pasien Covid-19 Isoman

Megapolitan
Disperindagop Setor Data Pelaku Usaha di Kota Tangerang sebagai Penerima BPUM ke Pemerintah Pusat

Disperindagop Setor Data Pelaku Usaha di Kota Tangerang sebagai Penerima BPUM ke Pemerintah Pusat

Megapolitan
POPULER JABODETABEK] Aturan Terbaru Naik Pesawat | Kondisi Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM Darurat

POPULER JABODETABEK] Aturan Terbaru Naik Pesawat | Kondisi Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM Darurat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X