Pemkot Tangsel Mulai Uji Coba Pembukaan Kolam Renang, Pengunjung Maksimal 25 Persen

Kompas.com - 28/10/2021, 17:55 WIB
Ilustrasi kolam renang. ShutterstockIlustrasi kolam renang.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menguji coba pembukaan tempat wisata kolam renang pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas normal.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya sudah mengizinkan tempat wisata kolam renang untuk kembali beroperasi secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat.

"Sudah alhamdulillah. Contoh Ocean Park sudah. Kecuali kolam renang yang indoor. Masih belum," ujar Benyamin saat dikonfirmasi, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Angka Kasus Covid-19 Menurun, Amankah Berenang di Kolam Renang Umum?

Menurut Benyamin, setiap kolam renang yang hendak beroperasi wajib melapor terlebih dahulu ke Satgas Covid-19 dari Dinas Pariwisata Tangerang Selatan.

"Mereka harus mengajukan dulu," jelas Benyamin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah pengajuan, kata Benyamin, petugas harus melakukan pemeriksaan kondisi kolam renang dan fasilitas penunjang protokol kesehatan yang tersedia di lokasi.

Baca juga: Apakah Berenang di Kolam Renang Umum Bisa Tertular Virus Corona?

Kolam renang yang dinyatakan telah memenuhi syarat akan diizinkan beroperasi dengan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas normal.

"Kami lakukan treatment dulu. Jadi kami lakukan pengecekan, SOP-nya kami cek lagi. Kalau mereka sudah dengan semua, itu ya silakan buka. Pengunjung dibatasi sekali 25 persen," kata Benyamin.

Adapun PPKM level 2 di wilayah Tangerang Selatan mulai diberlakukan pada Selasa (19/10/2021) hingga 1 November 2021.

Dalam penerapan PPKM level, kata Benyamin, Pemkot Tangsel sudah mengeluarkan aturan terbaru yang dituangkan melalui Surat Edaran Wali Kota Tangerang Selatan.

Aturan tersebut mengacu kepada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 di wilayah Jawa-Bali yang terbit pada Senin (18/10/2021) malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Megapolitan
Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Megapolitan
Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Megapolitan
Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Megapolitan
Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Megapolitan
Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Megapolitan
Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Megapolitan
Periode Liburan Sekolah di Kota Tangerang Digeser, 17-31 Desember Wajib Belajar

Periode Liburan Sekolah di Kota Tangerang Digeser, 17-31 Desember Wajib Belajar

Megapolitan
Begini Rencana Proyek Sumur Resapan di Jakarta pada 2022, jika Dana Tak Dihapus DPRD

Begini Rencana Proyek Sumur Resapan di Jakarta pada 2022, jika Dana Tak Dihapus DPRD

Megapolitan
Bendera Ormas Tak Berizin di Jakarta Barat Akan Ditertibkan

Bendera Ormas Tak Berizin di Jakarta Barat Akan Ditertibkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.