Senin, 1 September 2014

News / Megapolitan

Keracunan Makanan

Pesta Perkawinan Itu Membuat Ratusan Tetamu Ambruk

Selasa, 10 April 2012 | 09:47 WIB

CIBINONG, KOMPAS.com - Daamah (90-an) tergolek lemas dengan jarum infus pada punggung lengan kirinya, Senin (9/4/2012) pagi. Matanya lebih banyak terpejam. Potongan roti yang disuapkan cucunya juga tak bisa ditelannya. Ia lemas. Energinya habis lantaran muntah-muntah dan buang air akibat keracunan makanan.

”Nenek saya paling akhir ketahuan keracunan makanan di antara keluarga saya yang lain,” tutur Kosasih (36), sang cucu yang menemaninya di Ruang Transit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kosasih sungguh pusing. Ia harus menunggui sang nenek sekaligus adik perempuannya, Susilawati (29), di RSUD Cibinong. Sementara ayah, ibu, dan dua adiknya yang lain dirawat di Masjid Al-Baqoroh di kampung mereka di Bojongsempu, Desa Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Masjid itu sejak Minggu siang menjadi salah satu posko pengobatan darurat bagi korban keracunan di empat RT di RW 06 Bojongsempu. Ada 223 warga di empat RT itu yang keracunan makanan. Lima di antaranya dirujuk ke RSUD Cibinong karena kondisi fisik mereka memburuk.

Menurut Kosasih, keluarganya menghadiri pesta perkawinan putri Ny Murtama, tetangga mereka, Sabtu pagi. Hajatan itu berlangsung sederhana karena sang tuan rumah secara ekonomi sedang saja. Ny Murtama, kata Kosasih, membesarkan anak seorang diri sebagai janda.

Makanan sederhana berupa nasi, telur, dan sayur kacang disuguhkan kepada tetamu yang hadir. Proses memasak makanan itu juga dibantu tetangga, seperti laiknya hajatan di perkampungan yang masih kental dengan tradisi gotong royong.

”Saya juga enggak tahu makanan apa yang membuat saya seperti ini,” tutur Fitriani (23), warga yang juga dirawat di RSUD Cibinong.

Fitriani yang sedang hamil lima bulan itu juga menyantap makanan yang tersaji. Suaminya, Irwansyah (28), juga keracunan dan dirawat di Masjid Al-Baqoroh. Ia berharap keracunan itu tak berdampak pada janin yang dikandungnya.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan dan Pengembangan Medik RSUD Cibinong Vitrie W, kondisi pasien yang keracunan itu membaik karena cepat ditangani dengan diberi infus sehingga asupan makanan yang tidak bisa masuk ke tubuh mereka bisa tergantikan. Dia memperkirakan dalam waktu beberapa hari mendatang fisik mereka akan kembali pulih. Biaya pengobatan mereka juga akan ditanggung pemerintah.

”Contoh muntahan mereka akan diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk mengetahui penyebab keracunan massal itu,” tuturnya.

Menurut Vitrie, bisa saja keracunan itu disebabkan masalah kebersihan makanan atau pemilihan bahan makanan. Sementara itu, kondisi fisik orang-orang yang mengonsumsi makanan itu juga berpengaruh.

”Saat kondisi fisik sedang buruk, lebih mudah keracunan. Lihat saja, dari sekitar 200 orang yang makan, yang parah lima orang,” tuturnya.

Kepala Polsek Sukaraja Komisaris Ipik Kusmaya masih menyelidiki kasus keracunan massal itu dengan memeriksa sisa makanan, saksi, termasuk juru masak. (Antony Lee)

 


Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: