TMC Luruskan Berita Tawuran di Salemba dan Pramuka - Kompas.com

TMC Luruskan Berita Tawuran di Salemba dan Pramuka

Kompas.com - 16/04/2012, 10:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sehubungan dengan dimuatnya artikel di website Kompas.com, Ke Mana Polisi saat Geng Motor Menyerang?, TMC Polda Metro Jaya, Senin (16/4/2012), meluruskan bahwa pukul 03.05 kejadian tawuran yang terjadi di Jalan Salemba Raya dan Jalan Pramuka Raya sudah dalam penanganan.

Melalui akun twitternya, TMC Polda Metro Jaya sudah mengingatkan : 03:05 Tawuran antar-kelompok pemotor di depan Sevel Jalan Salemba Raya, agar hati-hati apabila sedang melintas dan masih dalam penanganan. (lihat : http://twitter.com/TMCPoldaMetro/status/190538053557821441).

Sebagaimana diberitakan Kompas.com sebelumnya, ratusan pria berbadan tegap mendatangi minimarket Seven Eleven di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/4/2012) dini hari dengan menggunakan sepeda motor dan berbuat onar. Mereka menyerang sekitar 100 pengunjung yang sedang berkumpul.

Menurut keterangan J, saksi mata, ketika itu karyawan dan pengunjung lari kocar-kacir. Mereka mencari perlindungan masing-masing di sekitar Seven Eleven Salemba. Tidak ada satu pun aparat kepolisian yang datang membantu.

"Kami sudah telepon pos polisi, polsek, sampai polres. Sudah dihubungi sama pihak Seven Eleven, tapi tidak ada yang datang. Alasan mereka, tidak ada orang, mobil patroli juga lagi keluar," ungkap J, Jumat sore, saat dijumpai di lokasi kejadian.

Alhasil, karyawan dan pengunjung saat itu mencari tempat berlindung masing-masing. Tidak ada satu pun yang berani melawan gerombolan pria yang memakai jaket hitam itu.

J mengaku dirinya hanya bisa memantau dari tempat berlindung. Ada beberapa pengunjung pria yang diseret kelompok itu dan langsung dianiaya memakai samurai dan balok kayu.

Sekitar setengah jam aksi brutal ini dilakukan oleh kelompok tak dikenal itu. Setelah itu, mereka pergi meninggalkan lokasi.

Seusai peristiwa itu, warga sekitar dan karyawan Seven Eleven kemudian bahu-membahu mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat. Sementara petugas kepolisian baru tiba pukul 05.30.

"Sudah selesai semua pas mereka datang ke sini. Dari manajemen Seven Eleven juga sudah hadir untuk mengurus itu semua," kata J.

J mengaku kecewa dengan lambannya aparat kepolisian bergerak. Ia mengatakan, seharusnya respons polisi bisa lebih sigap.

Hal ini karena di sepanjang Jalan Salemba Raya dan Jalan Diponegoro di dekatnya berjejer pos polisi, bahkan Polres Metro Jakarta Pusat.

Sekitar 10 meter dari Seven Eleven juga terdapat pos polisi lalu lintas. Namun, tak ada petugas kepolisian di pos itu.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHertanto Soebijoto

    Terkini Lainnya

    Pemimpin Hamas Serukan Umat Islam Dunia Gelar Demo Setiap Jumat

    Pemimpin Hamas Serukan Umat Islam Dunia Gelar Demo Setiap Jumat

    Internasional
    KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

    KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

    Regional
    Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

    Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

    Nasional
    Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

    Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

    Regional
    Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

    Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

    Nasional
    65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

    65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

    Regional
    Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

    Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

    Nasional
    KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

    KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

    Nasional
    Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

    Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

    Regional
    Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

    Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

    Nasional
    Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

    Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

    Internasional
    Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

    Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

    Nasional
    Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

    Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

    Nasional
    Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

    Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

    Megapolitan
    Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

    Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

    Regional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM