Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahasiswa Atmajaya yang Meninggal Usai Kegiatan Menwa Sempat Kejang di RS

Kompas.com - 26/10/2015, 19:05 WIB
Andri Donnal Putera

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebelum meninggal dunia, Daniel Vicli Pardamean Tambunan (18) sempat merasakan sakit yang cukup parah saat dirawat di Rumah Sakit Jakarta.

Daniel merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Unika Atmajaya angkatan 2015 yang meninggal setelah mengikuti kegiatan Pra-Pendidikan UKM Bela Negara atau Resimen Mahasiswa (Menwa).

"Ada kejang-kejang beberapa kali pas dibawa ke sini. Saya lihat dia ditemani sama temannya dua atau tiga orang," kata petugas keamanan IGD RS Jakarta, Suwardi, kepada Kompas.com, Senin (26/10/2015) malam.

Menurut Suwardi, kondisi Daniel sempat membaik beberapa saat. Suwardi tidak melihat Daniel terus-menerus, terlebih terkait kondisinya menjelang meninggal dunia pada Senin sekitar pukul 04.00 WIB.

Sebelum ke RS Jakarta, Daniel dibawa terlebih dahulu ke RS Siloam. Ketika di RS Jakarta, Daniel dirawat secara intensif di ruang ICU.

Belum ada keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya Daniel. Pihak Unika Atmajaya pun belum mengetahui kejadian persis Daniel bisa sampai meninggal dunia.

Daniel mengikuti kegiatan Menwa pada Kamis (22/10/2015) hingga Minggu (25/10/2015). Namun, pada Sabtu (24/10/2015) pukul 19.30 WIB, Daniel dilarikan ke RS Siloam.

Belum diketahui apa yang menyebabkan Daniel sampai harus dibawa ke RS Siloam hingga akhirnya dirujuk ke RS Jakarta dan meninggal pada Senin dini hari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perjuangkan Peningkatan Upah Buruh, Lia dan Teman-temannya Rela ke Jakarta dari Cimahi

Perjuangkan Peningkatan Upah Buruh, Lia dan Teman-temannya Rela ke Jakarta dari Cimahi

Megapolitan
Cerita Suratno, Buruh yang Khawatir Uang Pensiunnya Berkurang karena UU Cipta Kerja

Cerita Suratno, Buruh yang Khawatir Uang Pensiunnya Berkurang karena UU Cipta Kerja

Megapolitan
Pembunuh Perempuan Dalam Koper Tak Melawan Saat Ditangkap Polisi di Palembang

Pembunuh Perempuan Dalam Koper Tak Melawan Saat Ditangkap Polisi di Palembang

Megapolitan
Said Iqbal Minta Prabowo Hapus UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

Said Iqbal Minta Prabowo Hapus UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Megapolitan
Said Iqbal: Upah Buruh di Jakarta yang Ideal Rp 7 Juta Per Bulan

Said Iqbal: Upah Buruh di Jakarta yang Ideal Rp 7 Juta Per Bulan

Megapolitan
Ikut Demo May Day 2024, Buruh Wanita Rela Panas-panasan demi Memperjuangkan Upah yang Layak

Ikut Demo May Day 2024, Buruh Wanita Rela Panas-panasan demi Memperjuangkan Upah yang Layak

Megapolitan
Dua Orang Terluka Imbas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Dua Orang Terluka Imbas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Megapolitan
Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Ciliwung Ditemukan Tewas 1,2 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Ciliwung Ditemukan Tewas 1,2 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Megapolitan
Rayakan 'May Day Fiesta', Massa Buruh Mulai Padati Stadion Madya GBK

Rayakan "May Day Fiesta", Massa Buruh Mulai Padati Stadion Madya GBK

Megapolitan
Fahira Idris: Gerakan Buruh Terdepan dalam Perjuangkan Isu Lintas Sektoral

Fahira Idris: Gerakan Buruh Terdepan dalam Perjuangkan Isu Lintas Sektoral

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Dalam Koper di Bekasi

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Dalam Koper di Bekasi

Megapolitan
Hadiri 'May Day Fiesta', Massa Buruh Mulai Bergerak Menuju GBK

Hadiri "May Day Fiesta", Massa Buruh Mulai Bergerak Menuju GBK

Megapolitan
Pakai Caping Saat Aksi 'May Day', Pedemo: Buruh seperti Petani, Semua Pasti Butuh Kami...

Pakai Caping Saat Aksi "May Day", Pedemo: Buruh seperti Petani, Semua Pasti Butuh Kami...

Megapolitan
Penyebab Mobil Terbakar di Tol Japek: Pecah Ban lalu Ditabrak Pikap

Penyebab Mobil Terbakar di Tol Japek: Pecah Ban lalu Ditabrak Pikap

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com