Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tim Pemenangan Anies-Sandiaga Diumumkan di Rumah Boy Sadikin pada 28 September

Kompas.com - 27/09/2016, 13:43 WIB
Alsadad Rudi

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Struktur tim pemenangan bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan wakilnya, Sandiaga Uno, akan diumumkan pada Rabu (28/9/2016).

Pengumuman ini rencananya dilangsungkan di rumah Boy Sadikin, putra mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat.

(Baca juga: PKS Akui Ada Perjanjian agar Anies-Sandiaga Pimpin Jakarta hingga 2022)

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, sedianya pengumuman itu dilakukan pada siang ini.

Namun, pengumuman itu ditunda karena berbagai kesibukan para kader dua partai pengusung Anies dan Sandiaga, yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

"Ditunda besok karena banyak anggota DPRD yang lagi kunker (kunjungan kerja)," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Selasa (27/9/2016).

Taufik memastikan, Boy akan masuk dalam struktur tim pemenangan. Boy merupakan mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

(Baca juga: Gerindra Sebut Tak Ada Kontrak Tertulis agar Anies Tak Maju Pilpres 2019)

Ia keluar dari partainya menyusul keputusan PDI-P mengusung pasangan lain, yakni Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

"Ya kan sekarang siapa saja boleh masuk. Kalau punya potensi ya kami ajak. Semua orang sudah tahu bagusnya Boy," ujar Taufik.

Kompas TV Roemah Joeang Jadi Pusat Kegiatan Anies-Sandi
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Perjuangkan Peningkatan Upah Buruh, Lia dan Teman-temannya Rela ke Jakarta dari Cimahi

Perjuangkan Peningkatan Upah Buruh, Lia dan Teman-temannya Rela ke Jakarta dari Cimahi

Megapolitan
Cerita Suratno, Buruh yang Khawatir Uang Pensiunnya Berkurang karena UU Cipta Kerja

Cerita Suratno, Buruh yang Khawatir Uang Pensiunnya Berkurang karena UU Cipta Kerja

Megapolitan
Pembunuh Perempuan Dalam Koper Tak Melawan Saat Ditangkap Polisi di Palembang

Pembunuh Perempuan Dalam Koper Tak Melawan Saat Ditangkap Polisi di Palembang

Megapolitan
Said Iqbal Minta Prabowo Hapus UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

Said Iqbal Minta Prabowo Hapus UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Megapolitan
Said Iqbal: Upah Buruh di Jakarta yang Ideal Rp 7 Juta Per Bulan

Said Iqbal: Upah Buruh di Jakarta yang Ideal Rp 7 Juta Per Bulan

Megapolitan
Ikut Demo May Day 2024, Buruh Wanita Rela Panas-panasan demi Memperjuangkan Upah yang Layak

Ikut Demo May Day 2024, Buruh Wanita Rela Panas-panasan demi Memperjuangkan Upah yang Layak

Megapolitan
Dua Orang Terluka Imbas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Dua Orang Terluka Imbas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Megapolitan
Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Ciliwung Ditemukan Tewas 1,2 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Ciliwung Ditemukan Tewas 1,2 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Megapolitan
Rayakan 'May Day Fiesta', Massa Buruh Mulai Padati Stadion Madya GBK

Rayakan "May Day Fiesta", Massa Buruh Mulai Padati Stadion Madya GBK

Megapolitan
Fahira Idris: Gerakan Buruh Terdepan dalam Perjuangkan Isu Lintas Sektoral

Fahira Idris: Gerakan Buruh Terdepan dalam Perjuangkan Isu Lintas Sektoral

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Dalam Koper di Bekasi

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Dalam Koper di Bekasi

Megapolitan
Hadiri 'May Day Fiesta', Massa Buruh Mulai Bergerak Menuju GBK

Hadiri "May Day Fiesta", Massa Buruh Mulai Bergerak Menuju GBK

Megapolitan
Pakai Caping Saat Aksi 'May Day', Pedemo: Buruh seperti Petani, Semua Pasti Butuh Kami...

Pakai Caping Saat Aksi "May Day", Pedemo: Buruh seperti Petani, Semua Pasti Butuh Kami...

Megapolitan
Penyebab Mobil Terbakar di Tol Japek: Pecah Ban lalu Ditabrak Pikap

Penyebab Mobil Terbakar di Tol Japek: Pecah Ban lalu Ditabrak Pikap

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com