Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atraksi Palang Pintu Jadi Pengantar Rapat Paripurna HUT Ke-496 DKI Jakarta

Kompas.com - 22/06/2023, 11:38 WIB
Muhammad Isa Bustomi,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - DPRD DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat paripurna pada hari ulang tahun ke-496 DKI Jakarta, Kamis (22/6/2023).

Rapat paripurna HUT Jakarta digelar berbeda dengan rapat paripurna lainnya. Rapat parpurna dalam rangka HUT Jakarta ini digelar istimewa.

Pantauan Kompas.com di lokasi, perbedaan sudah tampak dari ruang rapat yang dihias dengan ornamen khas Betawi.

Baca juga: Heru Budi: HUT ke-496 Jakarta Spesial, Perayaan Terakhir Sebelum Ibu Kota Pindah

Pada sisi pintu masuk ruang rapat paripurna Gedung DPRD DKI terdapat karpet merah. Selain itu, lantunan musik khas Betawi juga diputar sebelum rapat paripurna digelar.

Pada pukul 10.49 WIB, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dan beberapa wakil ketua DPRD hadir di lokasi.

Prasetyo dan ketiga wakil ketua DPRD berdiri dekat pintu masuk. Mereka menyambut kedatangan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Baca juga: Pimpin Upacara HUT DKI, Heru Budi Singgung Nasib Jakarta Ketika Bukan Lagi Ibu Kota

Dalam kesempatan itu, terdapat penampilan palang pintu. Atraksi silat dan balas membalas pantun mengundang perhatian peserta rapat dan tamu undangan.

Para pejabat lalu masuk setelah menyaksikan pertunjukan palang pintu yang berlangsung tak lebih dari 30 menit.

Tampak sejumlah tokoh hadir dalam rapat paripurna, salah satunya eks Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Rapat parpurna HUT ke-496 DKI Jakarta pun dimulai dengan lebih dahulu menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan tarian Betawi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menyusuri Jalan yang Dilalui Para Korban Tragedi 12 Mei 1998...

Menyusuri Jalan yang Dilalui Para Korban Tragedi 12 Mei 1998...

Megapolitan
Sosok Dimas Aditya Korban Kecelakaan Bus Ciater Dikenal Tak Mudah Marah

Sosok Dimas Aditya Korban Kecelakaan Bus Ciater Dikenal Tak Mudah Marah

Megapolitan
Dua Truk TNI Disebut Menerobos CFD Jakarta, Ini Klarifikasi Kapendam Jaya

Dua Truk TNI Disebut Menerobos CFD Jakarta, Ini Klarifikasi Kapendam Jaya

Megapolitan
Diiringi Isak Tangis, 6 Korban Kecelakaan Bus Ciater Dimakamkan di TPU Parung Bingung

Diiringi Isak Tangis, 6 Korban Kecelakaan Bus Ciater Dimakamkan di TPU Parung Bingung

Megapolitan
Titik Terang Kasus Mayat Terbungkus Sarung di Pamulang: Terduga Pelaku Ditangkap, Identitas Korban Diketahui

Titik Terang Kasus Mayat Terbungkus Sarung di Pamulang: Terduga Pelaku Ditangkap, Identitas Korban Diketahui

Megapolitan
3 Pelajar SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus Dishalatkan di Musala Al Kautsar Depok

3 Pelajar SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus Dishalatkan di Musala Al Kautsar Depok

Megapolitan
Isak Tangis Iringi Kedatangan 3 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Ciater: Enggak Nyangka, Pulang-pulang Meninggal...

Isak Tangis Iringi Kedatangan 3 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Ciater: Enggak Nyangka, Pulang-pulang Meninggal...

Megapolitan
Terduga Pembunuh Pria Dalam Sarung di Pamulang Ditangkap

Terduga Pembunuh Pria Dalam Sarung di Pamulang Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Lepas Ratusan Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Jakarta

Pemprov DKI Lepas Ratusan Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Jakarta

Megapolitan
Pesan Terakhir Guru SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang

Pesan Terakhir Guru SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang

Megapolitan
Gratis Untuk Anak Pejuang Kanker, Begini Syarat Menginap di 'Rumah Anyo'

Gratis Untuk Anak Pejuang Kanker, Begini Syarat Menginap di 'Rumah Anyo'

Megapolitan
Gelar 'Napak Reformasi', Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Mengingat Tragedi 12 Mei 1998

Gelar "Napak Reformasi", Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Mengingat Tragedi 12 Mei 1998

Megapolitan
Jatuh Bangun Pinta Mendirikan 'Rumah Anyo' Demi Selamatkan Para Anak Pejuang Kanker

Jatuh Bangun Pinta Mendirikan 'Rumah Anyo' Demi Selamatkan Para Anak Pejuang Kanker

Megapolitan
Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Megapolitan
Misteri Mayat Pria Terbungkus Sarung di Pamulang, Diduga Dibunuh Lalu Dibuang

Misteri Mayat Pria Terbungkus Sarung di Pamulang, Diduga Dibunuh Lalu Dibuang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com