Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Ini Enggak Benar, Masa kalau Penerbangan Bermasalah Saya Tetap Pergi"

Kompas.com - 20/02/2015, 12:27 WIB
Andri Donnal Putera

Penulis


TANGERANG, KOMPAS.com — Rani, penumpang maskapai Lion Air dengan tujuan Solo, Jawa Tengah, merasa tidak nyaman jika tetap bepergian dengan menggunakan pesawat Lion Air. Dia telah mendengar soal penerbangan yang bermasalah sejak Rabu (18/2/2015) kemarin, yang menyebabkan ratusan penumpang Lion Air telantar di Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya refund saja. Ini tidak benar, masa kalau penerbangan bermasalah saya tetap pergi. Lebih baik refund saja. Saya tidak mau berangkat," kata Rani kepada Kompas.com di Terminal 3, Tangerang, Banten, Jumat (20/2/2015).

Rani yang memiliki jadwal penerbangan hari ini pukul 11.45 WIB memutuskan tidak ingin berganti maskapai. Selanjutnya, dia mengaku tidak ingin menggunakan maskapai Lion Air lagi.

Rani bercerita bahwa dia sempat berbincang dengan penumpang lain yang memiliki tujuan berbeda. Dari obrolan tersebut, sebut Rani, seorang penumpang yang akan terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga memutuskan tidak berangkat. Sebab, pesawat yang ditumpangi adalah pesawat cadangan.

"Kata penumpang tadi, tiga penerbangan jadi satu di pesawat cadangan. Kan seram ya, enggak jadi juga deh," tambah Rani.

Pantauan Kompas.com di lokasi, tepat di depan ruang rapat PT Angkasa Pura II di Terminal 3, antrean penumpang untuk refund masih cukup panjang. Penumpang diharuskan menunggu untuk bisa masuk ke ruangan rapat satu per satu.

Beberapa personel polisi dari Polda Metro Jaya dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta pun terpantau berada di sekitar antrean untuk mengamankan keadaan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menyusuri Jalan yang Dilalui Para Korban Tragedi 12 Mei 1998...

Menyusuri Jalan yang Dilalui Para Korban Tragedi 12 Mei 1998...

Megapolitan
Sosok Dimas Aditya Korban Kecelakaan Bus Ciater Dikenal Tak Mudah Marah

Sosok Dimas Aditya Korban Kecelakaan Bus Ciater Dikenal Tak Mudah Marah

Megapolitan
Dua Truk TNI Disebut Menerobos CFD Jakarta, Ini Klarifikasi Kapendam Jaya

Dua Truk TNI Disebut Menerobos CFD Jakarta, Ini Klarifikasi Kapendam Jaya

Megapolitan
Diiringi Isak Tangis, 6 Korban Kecelakaan Bus Ciater Dimakamkan di TPU Parung Bingung

Diiringi Isak Tangis, 6 Korban Kecelakaan Bus Ciater Dimakamkan di TPU Parung Bingung

Megapolitan
Titik Terang Kasus Mayat Terbungkus Sarung di Pamulang: Terduga Pelaku Ditangkap, Identitas Korban Diketahui

Titik Terang Kasus Mayat Terbungkus Sarung di Pamulang: Terduga Pelaku Ditangkap, Identitas Korban Diketahui

Megapolitan
3 Pelajar SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus Dishalatkan di Musala Al Kautsar Depok

3 Pelajar SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus Dishalatkan di Musala Al Kautsar Depok

Megapolitan
Isak Tangis Iringi Kedatangan 3 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Ciater: Enggak Nyangka, Pulang-pulang Meninggal...

Isak Tangis Iringi Kedatangan 3 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Ciater: Enggak Nyangka, Pulang-pulang Meninggal...

Megapolitan
Terduga Pembunuh Pria Dalam Sarung di Pamulang Ditangkap

Terduga Pembunuh Pria Dalam Sarung di Pamulang Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Lepas Ratusan Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Jakarta

Pemprov DKI Lepas Ratusan Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Jakarta

Megapolitan
Pesan Terakhir Guru SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang

Pesan Terakhir Guru SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang

Megapolitan
Gratis Untuk Anak Pejuang Kanker, Begini Syarat Menginap di 'Rumah Anyo'

Gratis Untuk Anak Pejuang Kanker, Begini Syarat Menginap di 'Rumah Anyo'

Megapolitan
Gelar 'Napak Reformasi', Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Mengingat Tragedi 12 Mei 1998

Gelar "Napak Reformasi", Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Mengingat Tragedi 12 Mei 1998

Megapolitan
Jatuh Bangun Pinta Mendirikan 'Rumah Anyo' Demi Selamatkan Para Anak Pejuang Kanker

Jatuh Bangun Pinta Mendirikan 'Rumah Anyo' Demi Selamatkan Para Anak Pejuang Kanker

Megapolitan
Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Megapolitan
Misteri Mayat Pria Terbungkus Sarung di Pamulang, Diduga Dibunuh Lalu Dibuang

Misteri Mayat Pria Terbungkus Sarung di Pamulang, Diduga Dibunuh Lalu Dibuang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com