Salin Artikel

Pasukan Oranye: Alhamdulillah, Kami Bisa Jadi Contoh

Ali mengatakan kadang-kadang masyarakat suka ikut membantunya bersih-bersih.

"Biasanya kalau kami kerja, warga kadang bantu. Misalnya saya lagi sapu nih, mereka bantu kumpulin sampah. Alhamdulillah kami bisa jadi contoh," ujar Ali ketika ditemui di RPTRA Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

Ali juga beberapa kali menerima laporan dari masyarakat. Saat ada pohon tumbang atau saluran yang tergenang, warga memintanya untuk membantu membereskan.

"Kalau mereka enggak bisa bantu, baru lapor ke kami. Alhamdulillah sih jadi malah diandalkan sama warga," ujar Ali.

Meski demikian, tetap ada duka dalam pekerjaan itu. PPSU lainnya, Muski, mengatakan masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan masih tetap ada.

"Orang buka kaca mobil, sampahnya dilempar. Masih ada aja orang kayak begitu. Ibu-ibu naik motor buang sampah juga banyak," kata Muski.

Suatu ketika, Muski pernah ditegur pengawasnya karena masih ada area yang belum bersih. Padahal, Muski sudah membersihkan area tersebut. Ternyata, ada warga yang kembali membuang sampah sembarangan di area yang sudah dia bersihkan.

"Namanya warga ya, yang menghargai kita banyak, tapi yang masih kurang tertib juga ada saja," ujar Muski.

Muski dan Ali bertugas untuk membersihkan RPTRA Amir Hamzah. Muski mengatakan RPTRA itu termasuk yang paling sering kotor. Sebab banyak pohon-pohon di sana sering berguguran daunnya. Setelah pekerjaan mereka selesai, Muski dan Ali menghabiskan waktu dengan mengobrol.

"Sambil menunggu daunnya rontok lagi. Kalau mulai rontok lagi, langsung kami bersihin," ujar Muski.

https://megapolitan.kompas.com/read/2017/06/03/15354711/pasukan-oranye-alhamdulillah-kami-bisa-jadi-contoh

Terkini Lainnya

Toko Kosmetik di Jaktim Digerebek, Polisi Sita 2.500 Butir Obat Keras
Toko Kosmetik di Jaktim Digerebek, Polisi Sita 2.500 Butir Obat Keras
Megapolitan
Pramono: Jakarta Masih Ibu Kota, Semua Kegiatan Masih Pakai Status DKI
Pramono: Jakarta Masih Ibu Kota, Semua Kegiatan Masih Pakai Status DKI
Megapolitan
Pengobatan Korban Kecelakaan Mobil Berstiker SPPG Ditanggung BPJS hingga Sembuh
Pengobatan Korban Kecelakaan Mobil Berstiker SPPG Ditanggung BPJS hingga Sembuh
Megapolitan
Warga Kebon Kosong Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai, tapi Pembelinya Minim
Warga Kebon Kosong Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai, tapi Pembelinya Minim
Megapolitan
Mengapa 4 Anggota BAIS TNI Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras?
Mengapa 4 Anggota BAIS TNI Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras?
Megapolitan
Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan di Latumeten Jakbar hingga Juni 2026
Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan di Latumeten Jakbar hingga Juni 2026
Megapolitan
Ratusan Vape Etomidate yang Disita dari WNA Kasus Penyekapan di Ancol Bernilai Rp 2 Miliar
Ratusan Vape Etomidate yang Disita dari WNA Kasus Penyekapan di Ancol Bernilai Rp 2 Miliar
Megapolitan
Lelang Ulang Vendor Parkir Blok M Diminta Terbuka
Lelang Ulang Vendor Parkir Blok M Diminta Terbuka
Megapolitan
Program Pilah Sampah di Jakbar Terkendala Alat Pengangkut, Petugas Minta Gerobak Khusus
Program Pilah Sampah di Jakbar Terkendala Alat Pengangkut, Petugas Minta Gerobak Khusus
Megapolitan
Penyelundupan 1 Ton Merkuri ke Filipina Digagalkan Polisi, Kerugian Negara Capai Rp 30 Miliar
Penyelundupan 1 Ton Merkuri ke Filipina Digagalkan Polisi, Kerugian Negara Capai Rp 30 Miliar
Megapolitan
Warga Bogor Patungan Perbaiki Jalan Alternatif Batutulis yang Amblas
Warga Bogor Patungan Perbaiki Jalan Alternatif Batutulis yang Amblas
Megapolitan
Modus Bumbu Dapur, WNA di Ancol Jakut Selundupkan Bahan Baku Vape Etomidate dari Tiongkok
Modus Bumbu Dapur, WNA di Ancol Jakut Selundupkan Bahan Baku Vape Etomidate dari Tiongkok
Megapolitan
WFH ASN Bukan Cuma soal Kerja dari Rumah, Pedagang Kecil di Sekitar Kantor Kini Mulai Terdampak
WFH ASN Bukan Cuma soal Kerja dari Rumah, Pedagang Kecil di Sekitar Kantor Kini Mulai Terdampak
Megapolitan
Rentetan Kebakaran Maut di Jakarta: Puluhan Nyawa Melayang dalam Tiga Tahun
Rentetan Kebakaran Maut di Jakarta: Puluhan Nyawa Melayang dalam Tiga Tahun
Megapolitan
Ironi WFH ASN Tiap Jumat: Macet Tak Berkurang, Pembeli Malah Hilang
Ironi WFH ASN Tiap Jumat: Macet Tak Berkurang, Pembeli Malah Hilang
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com